SMP Xaverius 2 Bandar Lampung

SMP Xaverius 2 Bandar Lampung

Manusia Yang Unggul dalam Humanitas, Kecerdasan, Kajujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan

URL Situs Web: http://xav2

Seluruh keluarga besar Xaverius merayakan pesta Pelindung St. Fransiskus Xaverius, tepatnya Rabu, 3 Desember 2024. Begitu juga di kompleks SMP–SMA Xaverius Pahoman, perayaan ini berlangsung dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Romo Piet Yoenanto Sukowiluyo. Misa dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh karyawan SMP–SMA Xaverius Pahoman, para peserta didik beragama Katolik, serta para purna bakti Xaverius yang hadir untuk ambil bagian dalam sukacita ini.

Dalam homilinya, Romo Piet menjelaskan sedikit tentang sejarah hidup St. Fransiskus Xaverius. Beliau lahir pada tahun 1506 di Navarra, Spanyol, dan merupakan salah satu pendiri Serikat Yesus (Jesuit) bersama St. Ignatius Loyola. St. Fransiskus Xaverius dikenal sebagai misionaris besar yang mewartakan Injil ke berbagai negara seperti India, Jepang, dan beberapa wilayah di Indonesia. Melalui keteladanannya, Romo mengajak kami semua untuk menjadi “misionaris kecil” yang membawa terang dan kebaikan di lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat lain. Menurut Romo, menjadi misioner tidak harus pergi jauh, tetapi dimulai dari tindakan sederhana: membantu teman, berkata jujur, hidup rukun, dan menunjukkan kasih pada sesama.

Perayaan tahun ini mengusung tema “Melangkah dalam Cahaya Kristus, Berkarya dalam Spirit Misioner St. Fransiskus Xaverius.”Tema ini mengingatkan kami bahwa setiap orang dapat berkarya dengan baik dan meneruskan semangat misioner St. Fransiskus Xaverius melalui hal-hal kecil setiap hari.

Setelah misa dan berkat penutup selesai, acara ditutup dengan penampilan tari dari peserta didik SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Tarian ini menjadi puncak sukacita perayaan dan menunjukkan bahwa semangat berkarya juga bisa diwujudkan melalui seni dan kreativitas.

Melalui peringatan pesta pelindung ini, seluruh peserta didik diharapkan semakin bersemangat untuk hidup dalam terang Kristus, menjadi pribadi yang baik, dan membawa pengaruh positif di mana pun berada, seperti yang diteladankan oleh St. Fransiskus Xaverius.

Penulis : Lutgardis Cristabel Fanisha 9D

Pada hari Selasa, 2 Desember 2025, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung kembali menyelenggarakan sebuah kegiatan inspiratif yang menambah wawasan para peserta didik, yaitu Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) . Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Pada pagi hari, seluruh peserta didik memulai aktivitas dengan mengikuti sesi perwalian bersama wali kelas masing-masing sebagai pembuka hari.

Pada pukul 09.00 WIB, acara Deklarasi SRA resmi dimulai dan dibuka dengan meriah melalui penampilan dari Tim Band Ekstrakurikuler SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Acara  dipandu oleh  MC, yaitu Bu Anggun dan Pak Bedut , rangkaian kegiatan yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Xaverius secara khidmat, dilanjutkan dengan doa pembuka acara.

Selanjutnya, para tamu undangan disuguhkan penampilan Tari Tradisional oleh para siswi SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Setelah itu acara berlanjut ke sesi sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Ibu Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M.   Dalam sabutannya ibu Sisilia menjelaskan bahwa dasar SMP Xaverius 2 Bandar Lampung memberanikan diri untuk Deklarasi SRA adalah salah satu  rekomendasi prioritas Raport Pendidikan SMP Xaveius 2 tahun 2025, rekomendasi Yayasan Xaverius Tanjung Karang dalam Sosialisasi Sekolah Ramah Anak tahun 2025 dan rencana tindak lanjut (RTL) rapat dewan guru  SDM kependidikan SMP Xaverius 2, awal tahun ajaran 2025/2026 .

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Xaverius Tanjung Karang, RD. Andreas Sutrisno, yang berterima kasih kepada seluruh warga sekolah dan semua pihak yang mendukung tersenggaranya deklarasi SRA ini.  Sambutan terakhir oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak  (PPPA) Kota Bandar Lampung, Ibu Marhamah, beliau menyatakan rasa bangganya atas deklarasi SRA ini, karena diharapkan semua sekolah menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk belajar, dengan daya dukung yang terus menerus diupayakan oleh seluruh warga sekolah.

Setelah rangkaian sambutan, acara kembali dimeriahkan oleh penampilan Modern Dance dari peserta didik. Kemudian tibalah pada inti acara, yaitu pembacaan dan penyampaian Deklarasi Satuan Pendidikan Sekolah Ramah Anak oleh Ibu Sisil yang diikuti oleh seluruh peserta didik, warga sekolah, serta tamu undangan. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para tamu undangan, perwakilan guru, dan perwakilan murid sebagai wujud dukungan terhadap implementasi Satuan Pendidikan Ramah Anak.

Usai penandatanganan, acara berlanjut dengan sesi foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan yel-yel “Tepuk SRA” dan “Tepuk Hak Anak” yang penuh semangat oleh seluruh peserta. Di penghujung acara, Tim Band Ekstrakurikuler SMP Xaverius 2 Bandar Lampung kembali tampil membawakan beberapa lagu penutup sebelum acara resmi ditutup oleh MC. Demikianlah berlangsungnya kegiatan Deklarasi Satuan Pendidikan Ramah Anak SMP Xaverius 2 Bandar Lampung.

WhatsApp_Image_2025-12-02_at_20.01.01.jpeg

Salam Xavepa Gemilang

Genggam Masa Depan Cemerlang

(Jesslyn Jacinda)

Perjalanan zaman kini tak berarti selalu membawa koper besar dan pergi menaiki bus atau pesawat. Lewat layar digital, kita bisa "jalan-jalan" tanpa harus meninggalkan sekolah. Begitulah kegiatan di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung pada tanggal Rabu, 12 November 2025.

Study tour merupakan salah satu kegiatan di luar sekolah yang diadakan oleh SMP Xaverius 2 dalam dua tahun sekali. Walaupun terdapat beberapa murid yang tidak mengikuti kegiatan ini, mereka masih tetap dapat mengikuti study tour secara online di dalam kelas bersama teman teman yang lain.

Sebelum melakukan study tour online, pembelajaran hari ini diawali dengan menonton video bertemakan "Adab" dan para murid diminta untuk mengerjakan soal mengenai video tersebut dan memahami pesan video tersebut. Setelah itu, barulah para murid melakukan study tour online.

Destinasi study tour online kali ini adalah Pantai Melasti, di kota Bali! Salah satu pantai terindah di bagian Selatan Bali. Daya tarik utama pantai ini antara lain adalah hamparan pasir putih yang bersih dan air laut biru yang jernih. Pantai Melasti menjadi destinasi favorit para wisatawan karena akses masuk yang mudah dan tiketnya yang murah. Fasilitas wisata seperti spot foto yang cantik, tempat parkir yang luas, serta tempat bersantai dipinggir pantai juga menjadi faktor pendukung.

Selain menjadi tempat wisata yang indah, Pantai Melasti juga menjadi tempat ritual acara keagamaan umat Hindu Bali (terutama Upacara Melasti yang dilakukan menjelang hari raya Nyepi). Ombaknya yang tenang dan air laut di Pantai Melasti dianggap suci dan dipercaya dapat membersihkan segala kotoran lahir dan batin. Sehingga membuat Pantai Melasti juga memiliki makna spiritual yang kuat bagi masyarakat Bali.

Setelah selesai menonton video yang ditayangkan, para murid mulai berdiskusi dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru pendamping di buku mereka masing masing. Dengan begitu, kegiatan pembelajaran study tour online tetap menambah pengetahuan, pengalaman, dan wawasan dengan cara yang lebih efisien.

Penulis : Natasha Giselle (8E)


‎SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mengikuti kegiatan ke dua destinasi di Bali, yaitu Tari Barong dan juga Tanjung Benoa yang memberikan pengalaman seru dan juga belajar hal baru. Kegiatan hari Rabu, 12 November 2025 tentu bermanfaat dan hampir sayang sekali jika dilewatkan karena kegiatan study tour ini hanya berlangsung dua tahun sekali. Bagi murid-murid yang tidak mengikuti study tour akan mendapatkan pengalaman yang sama tetapi secara online.

‎Menariknya, kegiatan study tour ini dilaksanakan juga di sekolah agar murid-murid yang tidak mengikuti study tour dapat merasakan pengalaman yang sama walaupun berlangsung secara online dengan bimbingan guru yang mengajar. Tetapi, mereka juga akan diberi tugas observasi dari yang ditunjukkan oleh guru yang membimbing.

‎Hari ini adalah hari kelima dari kegiatan study tour bagi yang mengikuti, tetapi ini merupakan hari ketiga bagi murid yang mengikuti study tour secara online. Dalam kegiatan hari ini, para murid akan diajak untuk menyaksikan pertunjukkan tari Barong dan mengunjungi Tanjung Benoa yang indah. Tentu, bagi yang mengikutinya secara online bisa ikut dalam kegiatan ini dengan menontonnya lewat video yang ditampilkan oleh guru mereka masing-masing.

‎Tari Barong merupakan pertunjukkan tari yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan (Barong) dan kejahatan (Rangda). Makna dari Tari ini sendiri adalah tentang keseimbangan antara baik dan buruk dalam kehidupan. Ada empat tokoh dalam Tari ini yaitu Barong, Rangda, pengikut Rangda dan juga prajurit Barong. Tari Barong berasal dari tradisi pra-Hindu di Bali, yang dulu merupakan ritual pemujaan roh pelindung desa. Tempat pementasan Tari Barong yang paling populer di Bali ada di Desa Batubulan, Gianyar. Alasannya adalah tempatnya yang sudah terkenal secara global dan juga pertunjukkan yang rutin setiap hari.

‎Sedangkan, Tanjung Benoa adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Bali yang terletak di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Kawasan ini dikenal sebagai pusat wisata bahari yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pantai Tanjung Benoa memiliki pasir putih yang lembut dan air laut yang tenang, sehingga sangat cocok untuk berbagai aktivitas air. Tempat ini terkenal dengan berbagai permainan air seperti banana boat, parasailing, jet ski, snorkeling, diving, hingga sea walker.

‎Selain itu, wisatawan juga dapat mengunjungi Pulau Penyu, tempat penangkaran kura-kura yang dapat dicapai dengan perahu kaca sambil menikmati pemandangan laut. Di kawasan ini juga terdapat Pura Dalem Ning Lan Tanjung Benoa sebagai tempat ibadah umat Hindu, serta Klenteng Caow Eng Bio yang menjadi simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Di sekitar kawasan ini ada berberapa fasilitas wisata seperti hotel, restoran dan lain lain.

‎Program study tour SMP Xaverius 2 Bandar Lampung ini adalah program yang bermanfaat dan juga menarik karena walaupun tidak semua peserta didik mengikuti study tour, mereka dapat merasakannya juga secara online. Program study tour ini juga membuktikan bahwa belajar sambil berwisata tidak selamanya menjadi bosan, tetapi seru walaupun kita melaksanakan secara online juga di kelas.

‎Penulis: Priscila Cleverley Dyandra 8E
Editor: Th. Ratih Indriani

Senin, 10 November 2025, suasana pagi di SMP Xaverius 2 Bdl dan SMA Xaverius Bandar Lampung terasa berbeda dari biasanya. Lapangan sekolah dipenuhi oleh siswa-siswi yang telah bersiap dengan tertib untuk memperingati Hari Pahlawan. Petugas upacara kali ini merupakan gabungan dari siswa SMP dan SMA yang bekerja sama agar jalannya upacara semakin kompak dan tertib.

Siswa SMA mengenakan pakaian adat serta atribut bertema budaya, sedangkan siswa SMP tetap memakai seragam lengkap. Perpaduan dua penampilan tersebut menciptakan suasana yang berwarna namun tetap khidmat. Upacara dimulai dengan para pemimpin barisan yang menyiapkan peserta di tempat masing-masing. Setelah semua siap, pemimpin upacara memasuki lapangan dan menerima penghormatan. Tidak lama kemudian, pembina upacara memasuki lapangan dengan penuh wibawa dan disambut penghormatan dari seluruh peserta.

Saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, seluruh peserta berdiri tegak dengan penuh semangat. Pasukan Pengibar Bendera berjalan gagah menuju tiang bendera dalam formasi serempak. Momen pengibaran bendera berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa bangga. Setelah itu, seluruh peserta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, khususnya para pahlawan di bidang pendidikan. Rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu wajib nasional “Gugur Bunga” dan “Mars Xaverius”. Suara para siswa terdengar kompak dan penuh semangat, menciptakan suasana yang haru sekaligus membangkitkan jiwa nasionalisme.

Dalam amanat pembina upacara, beliau menyampaikan pesan yang mendalam. Menurut beliau, pahlawan masa kini bukan lagi yang berjuang di medan perang, melainkan mereka yang berani melawan rasa malas dalam diri sendiri. Setiap orang dapat menjadi pemimpin, setidaknya menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, yang tahu arah, bertanggung jawab, dan mau terus berkembang.

Setelah amanat pembina, diumumkan pemenang lomba storytelling dengan tema “Pahlawan Masa Kini”. Juara pertama tampil membawakan ceritanya di depan seluruh peserta upacara. Cerita tersebut mengisahkan seorang guru muda yang tetap semangat mengajar di sekolah pinggiran kota meskipun sering diremehkan. Melalui kisah itu, para siswa diingatkan bahwa perjuangan tidak selalu berupa tindakan besar, melainkan juga dapat muncul dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan kerja keras.

Upacara ditutup dengan doa, laporan dari pemimpin upacara, serta penghormatan terakhir kepada pembina. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh makna. Peringatan Hari Pahlawan tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh siswa SMP Xaverius 2 Bandar Lampung bahwa semangat juang tidak berhenti di masa lalu. Setiap orang dapat menjadi pahlawan melalui tindakan nyata, semangat belajar, dan tekad untuk tidak mudah menyerah.

Salam Xavepa Gemilang

Genggam Masa Depan Cemerlang

Marlene Abigail Liguna

Pada Selasa, 11 November 2025, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung melaksanakan program study tour yang diikuti oleh beberapa peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas melalui kunjungan ke berbagai tempat wisata dan edukatif. Namun, bagi peserta didik yang tidak mengikuti study tour secara langsung, sekolah tetap menyelenggarakan kegiatan pembelajaran melalui study tour online. Menariknya, kegiatan study tour online ini tetap dilaksanakan di lingkungan sekolah, sehingga para siswa tetap hadir dan belajar bersama teman-teman di kelas dengan bimbingan guru.

Hari ini merupakan hari keempat pelaksanaan study tour, namun menjadi hari kedua bagi siswa yang mengikuti study tour online. Dalam kegiatan virtual ini, para siswa diajak berkunjung secara daring ke Pulau Bali, yaitu ke dua tempat wisata terkenal Tanah Lot dan Pantai Kuta. Tanah Lot merupakan salah satu destinasi ikonik di Bali yang terkenal dengan pura yang berdiri kokoh di atas batu karang besar di tepi laut. Pemandangan matahari terbenam di Tanah Lot menjadi daya tarik utama yang membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain keindahan alamnya, Tanah Lot juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat Bali.

Sementara itu, Pantai Kuta dikenal sebagai salah satu pantai paling populer di Bali, dengan hamparan pasir putih yang luas dan ombak yang cocok untuk berselancar. Keindahan matahari terbenam di Pantai Kuta juga menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh para wisatawan. Suasana pantai yang ramai dan penuh keceriaan membuat siswa yang mengikuti study tour online dapat merasakan semangat wisata dan belajar mengenai kekayaan alam serta budaya Indonesia.

Kegiatan study tour online ini dilakukan melalui tayangan video, foto, serta penjelasan dari guru pendamping di kelas. Setelah menyimak tayangan dan berdiskusi bersama, para siswa diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan tempat wisata yang dikunjungi secara virtual. Dengan cara ini, siswa tetap belajar aktif, berpikir kritis, dan memperoleh pengalaman baru tanpa meninggalkan sekolah. Program study tour online di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menjadi bukti bahwa belajar bisa tetap seru dan bermakna, meskipun dilakukan dari ruang kelas.

Penulis: Lutgardis Cristabel Fanisha 9D
Editor: Th. Ratih. I

Pada Jumat, 7 November 2025, semangat literasi kembali menyala di Gedung Pelayanan Perpustakaan Kota Bandar Lampung. Dalam suasana penuh inspirasi, perwakilan dari SMP Xaverius 2 Bandar Lampung turut ambil bagian dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. Acara yang digagas oleh Dinas Perpustakaan Kota ini bertujuan untuk “saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan membangun jejaring bersama insan literasi, agar dapat menumbuhkan pegiat literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.”

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada tanggal 7, 14, dan 21 November 2025, dengan sesi pertama dimulai pukul 09.30 hingga 11.20 WIB. Hadir sebagai perwakilan dari SMP Xaverius 2, tiga siswi berbakat yakni Yuvanka Prasista, Lutgardis Cristabel Fanisha, dan Marcella Aurelia dari kelas 8A dan 9D, didampingi oleh para guru pembimbing, yaitu Pak Nando, Bu Anggun, dan Bu Dewi.

Hari pertama Bimtek ini menghadirkan narasumber utama Kak Yoga Pratama, seorang penulis sekaligus anggota Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yang telah lama berkecimpung di dunia kepenulisan dan pelatihan literasi di berbagai daerah.

Dalam materinya, Kak Yoga menekankan bahwa menulis bukan sekadar menuangkan kata, tetapi juga menyalurkan jiwa dan identitas daerah. Melalui kepenulisan berbasis konten budaya lokal, generasi muda diajak untuk menjadi penjaga nilai-nilai budaya di tengah derasnya arus globalisasi digital.

Konten lokal bisa hadir dalam berbagai bentuk mulai dari artikel, cerpen, blog, caption media sosial, hingga promosi UMKM. Semua itu dapat menjadi wadah memperkenalkan budaya daerah kepada dunia luar. Misalnya, budaya “cetik”, alat musik khas Lampung, dapat diperkenalkan melalui tulisan ringan di media sosial, artikel feature, atau esai populer. Dengan begitu, budaya lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh relevan di tengah perubahan zaman.

Menurut Kak Yoga, esai populer berbasis budaya lokal memiliki kekuatan ganda yaitu gaya bercerita yang humanis dan refleksi pribadi yang mendalam. Dalam satu tulisan, penulis tidak hanya menyampaikan fakta budaya, tetapi juga mengajak pembaca merenung tentang nilai dan makna di baliknya.

“Tulislah budaya seperti kamu bercerita kepada sahabat dengan rasa, penuh makna, dan kebanggaan,” ujar Kak Yoga dalam salah satu sesi reflektifnya.

Dalam sesi selanjutnya, peserta diperkenalkan pada gaya penulisan feature dan esai populer dua bentuk tulisan yang berakar pada kisah nyata, tetapi dibingkai dengan sentuhan pribadi.

Sebuah feature mengedepankan gaya bercerita, menghadirkan kisah nyata dengan emosi dan kedalaman. Sedangkan esai populer lebih menonjolkan refleksi penulis, pemikiran pribadi, serta pesan moral atau budaya yang ingin disampaikan. Ketika dua gaya ini dipadukan, maka lahirlah tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh hati pembaca.

Langkah-langkah menulis esai populer berbasis budaya lokal pun dijelaskan secara sistematis:

  1. Temukan ide budaya lokal. Misalnya, cerita rakyat Sumur Putri, kehidupan masyarakat Pecinan Teluk Betung, atau kisah kampung tua Rajabasa.
  2. Lakukan riset mini dan observasi. Perhatikan detail, makna, dan nilai budaya yang ingin diangkat.
  3. Tentukan sudut pandang. Apakah dari sisi sejarah, sosial, atau pengalaman pribadi.
  4. Tulis lead yang menggugah. Pembuka harus memikat, bisa deskriptif, kutipan tokoh, atau reflektif.
  5. Kembangkan isi dengan narasi dan refleksi yang seimbang.
  6. Tutup tulisan dengan pesan atau renungan bermakna.

Di sinilah keseimbangan antara narasi faktual dan refleksi pribadi menjadi kunci. Tulisan budaya tidak sekadar menceritakan adat, tradisi, atau tempat, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya.

Kegiatan Bimtek ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga ruang inspiratif yang membangkitkan kesadaran budaya di kalangan generasi muda. Para siswi SMP Xaverius 2 tampak antusias mengikuti sesi latihan praktik menulis lead dan esai populer. Mereka belajar bagaimana sebuah tulisan bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.

Dalam praktik menulis, para peserta dilatih untuk mendengar suara budaya di sekitarnya dari cara masyarakat bertutur, tradisi kuliner khas, hingga cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun. Semua itu merupakan kekayaan narasi yang dapat diolah menjadi karya tulis penuh makna.

Melalui pendampingan guru dan dukungan sekolah, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SMP Xaverius 2 untuk menumbuhkan generasi literat yang berkarakter, kreatif, dan berakar pada nilai budaya.

Bimbingan teknis ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan melalui pena. Di tengah tantangan era digital, menulis konten lokal adalah bentuk nyata cinta pada tanah kelahiran. Tulisan-tulisan para pelajar, sekecil apa pun, adalah jejak yang akan menjaga identitas Lampung agar tetap hidup dalam ingatan kolektif bangsa.

Dengan mengikuti kegiatan seperti ini, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi budaya dan menanamkan kebanggaan terhadap kearifan lokal di kalangan pelajar.

Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang belajar menulis, tetapi juga gerakan kecil menuju kebangkitan literasi budaya di bumi Lampung.

Karena dari pena yang mencintai budayanya, akan lahir generasi yang tidak mudah lupa pada akar identitasnya

Bandar Lampung, 6 November 2025, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mendapat kehormatan untuk menghadiri kegiatan Lokakarya Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini mengusung tema besar “Membangun Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Budaya Baca Masyarakat”, sebagai upaya memperkuat peran teknologi dalam pelestarian budaya dan peningkatan minat baca di era modernisasi.

Dalam kegiatan tersebut, SMP Xaverius 2 diwakili oleh Yuvanka Prasista, siswa kelas 8A, bersama salah satu guru Bahasa Indonesia Fernando Aldi Marcos, S.Pd. Acara berlangsung di Gedung Pelayanan Perpustakaan Kota Bandar Lampung dan diikuti oleh berbagai sekolah serta perwakilan komunitas literasi di kota Bandar Lampung.

Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital secara cerdas, aman, dan kreatif.

Sesi I: “Strategi Kreatif Konten Literasi Digital di Era Global”

Sesi pertama dibawakan oleh Fachrizal, S.Kom., M.Kom., Kepala Bidang E-Government Dinas Kominfo Kota Bandar Lampung. Dalam materinya, beliau menjelaskan pentingnya strategi kreatif dalam menciptakan konten digital di tengah derasnya arus informasi global.

Fachrizal menekankan bahwa di era modern ini, masyarakat terpapar oleh berbagai jenis informasi, mulai dari hiburan, berita, hingga opini pribadi. Oleh karena itu, literasi digital perlu dikembangkan dengan cara yang menarik, ringan, dan mudah dipahami.

 “Edukasi digital tidak harus disajikan dengan teks panjang. Bisa dikemas dalam bentuk visual, video pendek, atau narasi ringan agar pesan edukatif lebih cepat tersebar dan berdampak positif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa berbagai platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan media sosial lainnya dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan konten edukatif dengan gaya yang trendi namun tetap beretika. Kebebasan berekspresi di ruang digital, menurutnya, harus tetap diimbangi dengan tanggung jawab dan kesadaran hukum.

Sesi II: “Pemanfaatan Teknologi untuk Pelestarian Nilai-Nilai Kearifan Lokal”

Sesi kedua diisi oleh Dra. Nellawatty Ningsih, M.M., yang membahas peran penting teknologi digital dalam pelestarian budaya lokal. Ia menjelaskan bahwa teknologi bukan hanya alat modernisasi, tetapi juga sarana untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup di tengah kemajuan zaman.

Melalui teknologi, budaya lokal dapat diangkat ke ranah digital seperti digitalisasi batik, wayang, kamus bahasa daerah, hingga promosi wisata budaya melalui virtual tourism. Beberapa contoh nyata seperti Google Arts & Culture Indonesia menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dan teknologi dapat berjalan beriringan.

“Kearifan lokal adalah jati diri bangsa. Dengan memanfaatkan teknologi, kita dapat menjadikannya inspirasi untuk generasi muda agar lebih mencintai budaya sendiri,” tutur Nellawatty.

Menumbuhkan Budaya Baca di Era Digital

Kegiatan ini menegaskan bahwa literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, melainkan juga kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, beretika, dan produktif. Dengan kolaborasi antara teknologi dan tradisi, diharapkan budaya membaca dan mencintai literasi di kalangan pelajar terus tumbuh dan berkembang.

Partisipasi SMP Xaverius 2 dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan literasi berbasis teknologi dan kearifan lokal, sejalan dengan semangat pendidikan karakter dan budaya yang berdaya saing di era global.