Manusia Yang Unggul dalam Humanitas, Kecerdasan, Kajujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan
Perpustakaan SMP Xaverius 2 Bandar Lampung sangat representatif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan belajar siswa dan warga sekolah. Dalam upaya meningkatkan minat membaca dan menumbuhkan budaya gemar membaca bagi siswa dan guru, perpustakaan SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menyelenggarakan Pemilihan Duta Literasi dan Fasilitator Cilik tahun pelajaran 2023/2024.
Kegiatan ini merupakan strategi untuk mendukung terwujudnya budaya gemar membaca siswa SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, terutama partisipasi aktif siswa melalui penggiat literasi sehingga tercipta masa depan yang berpengetahuan, inovatif, kreatif dan produktif. Pemilihan Duta Literasi dan Fasilitator Cilik dianggap mampu memberikan inspiratif bagi siswa untuk meningkatkan kegemaran membaca dengan memanfaatkan perpustakaan.
Tujuan kegiatan pemilihan duta literasi dan fasilitator cilik yaitu,
Kegiatan ini memiliki target mencari duta literasi dan fasilitator cilik untuk menjadi mentor bagi teman-temannya, sehingga minat membaca para siswa meningkat. Dalam pemilihan Duta Literasi dan Fasilitator Cilik memiliki persyaratan yakni memiliki hobi membaca dan mengetahui tentang Gerakan Literasi, dapat berkomunikasi secara positif, bersikap dan berbudi luhur, siap menerima tugas untuk meningkatkan minat budaya baca dan gerakan literasi SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Mari kita budayakan gemar membaca dan ciptakan pembelajaran sepanjang hayat.
Penulis: Martina Harsih. W, S.Pd
Bandar Lampung, 14 Juni 2024 – SMP Xaverius 2 Bandar Lampung sukses menggelar acara Gelar Karya yang penuh semangat dan inspirasi. Acara yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII ini mengusung tema kewirausahaan dan kearifan lokal, bertujuan untuk mengembangkan kreativitas serta melestarikan budaya.
Siswa kelas VII menunjukkan bakat dan kreativitas mereka dengan tema "Kewirausahaan." Sub tema "Melatih Kreativitas melalui Keterampilan Tangan untuk Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur Usia Sekolah" menjadi dasar dari setiap proyek yang dipamerkan. Setiap kelas mengusung tema unik sebagai berikut:
Beragam produk kreatif mulai dari kerajinan tangan, barang daur ulang, hingga karya seni dipamerkan, mencerminkan semangat inovasi dan kewirausahaan para siswa.
Siswa kelas VIII mengangkat tema “Kearifan Lokal” dengan sub tema "Melestarikan salah satu Budaya Lampung melalui Keterampilan Tangan Menyulam Tapis Lampung yang memiliki nilai ekonomis.” Masing-masing kelas mempersembahkan hasil karya sulaman Tapis Lampung, dengan tema sebagai berikut:
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan menyulam tetapi juga memahami pentingnya melestarikan warisan budaya dan mengembangkan nilai ekonomis dari produk budaya tersebut.
Acara dimulai dengan penampilan tari Bedana yang memukau, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Xaverius. Setelah doa pembukaan, laporan dari koordinator P5 dan sambutan-sambutan dari berbagai pihak menyemarakkan suasana.
Penampilan tari kreasi dari FLS2N menjadi salah satu highlight sebelum acara secara simbolis dibuka. Kesan dan pesan dari perwakilan siswa kelas VII dan VIII disampaikan dengan penuh semangat, diikuti oleh penobatan Fasilitator cilik dan duta literasi. Jingle HK3P dan Community of Love menghangatkan suasana sebelum beragam penampilan siswa memeriahkan acara. Flashmob yang energik menutup rangkaian acara dengan sempurna.
Salah satu siswa kelas VII (Keshia Aurelia Yovela) menyampaikan, “Kami sangat senang dan bangga bisa ikut serta dalam acara ini. Kami belajar banyak tentang kreativitas dan kewirausahaan.” Sementara itu, perwakilan kelas VIII (Jesslyn Alvina Tan) menambahkan, “Menyulam Tapis Lampung adalah pengalaman yang sangat berharga. Kami jadi lebih mengenal dan mencintai budaya kita sendiri.”

Gelar Karya SMP Xaverius 2 Bandar Lampung tahun ini tidak hanya menampilkan kreativitas dan keterampilan siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting tentang kewirausahaan dan pelestarian budaya. Acara ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berbudaya.
Penulis: Vincen Simatupang, S.Si.
Dua buah kata yang mungkin asing bagi yang baru pertama kali baca, mirip seperti kata lika-liku, sana-sini, begini-begitu, basa-basi, dan masih banyak lagi. Akan tetapi kata JOTA-JOTI sebenarnya merupakan sebuah singkatan. JOTA singkatan dari Jambore On The Air, sedangkan JOTI singkatan dari Jambore On The Internet. Banyak orang belum tahu kegiatan apasih itu sebenarnya. Jambore On The Air sebuah kegiatan Jambore Pramuka tetapi bertemunya di udara dengan menggunakan frekuensi gelombang radio. Sedangkan Jambore On The Internet para Pramuka bertemu lewat internet dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu pada situs website JOTA-JOTI.

Penggunaan frekuensi radio harus mengurus ijin station radio untuk JOTA-JOTI ke Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) dengan menunjuk salah seorang penanggungjawab station radionya. Di SMP Xaverius 2 tiap tahun ikut serta kegiatan ini karena kebetulan ada salah seorang guru memenuhi syarat sebagai penanggung jawab JOTA-JOTI, yaitu Bapak Agustinus Kusharyanto, S.Si. dengan callsign ORARI: YB4TOT. Sudah menjadi anggota ORARI sejak Juli 2007, syaratnya harus mengikuti ujian kecakapan di bidang radio komunikasi yang mencakup peraturan dan perundang-undangan, cara berkomunikasi, dan teknik radio. Kecakapan itu dapat ditularkan kepada adik-adik Pramuka di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung maupun di sekolah-sekolah Xaverius lainnya.

JOTA-JOTI di Gudep SMP Xaverius 2 sudah dilaksanakan sejak 2017 diikuti adik-adik Pramuka Gudep SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, yang terdiri dari satu regu putra dan satu regu putri. Kegiatan ini cakupannya internasional, jadi tidak hanya antar Pramuka se-Indonesia saja tetapi antar Pramuka sedunia, mulai dari Tingkat Siaga, Penggalang, maupun Penegak yang turut serta bertemu dengan menggunakan alat komunikasi dua arah, baik radio maupun internet atau media sosial. Mereka saling memperkenalkan diri dan bertukar data diri hingga nomor telpon yang digunakan sebagai media komunikasi pribadi. Biasanya yang ditanyakan adalah Tingkat sekolah masing-masing dan menitikberatkan pada kesantunan berkomunikasi dengan orang lain yang jauh letaknya walaupun belum saling mengenal.

Karakteristik gelombang radio saat siang hari berbeda dengan malam hari karena dipengaruhi oleh suhu atmosfer bumi. Komunikasi menggunakan radio dengan panjang gelombang 40m dan 80m yang dipantulkan atmosfer Bumi lebih bagus pada malam hari dibandingkan siang hari karena partikel udara di atmosfer lebih padat dan suhu lebih dingin. Terkait dengan keadaan tersebut maka para peserta JOTA-JOTI menginap di sekolah. Selain belajar berkomunikasi mereka juga belajar memasak dan menyiapkan akomodasi sesuai kebutuhan, tidak berlebih maupun tidak kurang. Pembagian tugas juga dilakukan antar peserta supaya kegiatan berkomunikasi tidak putus.

Para peserta cukup senang setelah mengikuti JOTA-JOTI karena mendapat teman atau kenalan baru dari daerah lain. Selain itu juga mereka belajar mandiri walau hanya satu malam saja. Kegiatan ini secar terjadwal dilakukan dari hari Jumat hingga Minggu, tetapi kami dari Gudep SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mengambil hari Jumat hingga Sabtu saja, karena kami mayoritas beribadah pada hari Minggu. Walaupun hanya 2 hari 1 malam kami mendapat banyak station JOTA-JOTI. Dari satu station JOTA-JOTI saja sudah mendapatkan banyak kenalan dengan anggota Pramuka daerah lain. JOTA-JOTI diagendakan tiap tahun pada bulan Oktober minggu ke-3, semoga berikutnya adik-adik semakin banyak yang ikut.

Penulis: Agustinus Kusharyanto, S.Si
SMP Xaverius 2 Bandar Lampung TP 2023/2024
Pada Rabu, 20 Mei 2024, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menggelar Acara Pelepasan Peserta Didik Kelas IX dengan tema "Bring Back The Memories". Acara ini dihadiri oleh 125 peserta didik kelas IX, para guru dan tenaga kependidikan, pengurus OSIS, serta pengisi acara.
Suasana tahun 70-an haru membaur dengan sukacita terlihat dari busana yang digunakan peserta didik kelas IX dan Suster, Bapak/ Ibu guru dan tenaga kependidikan di SMP Xaverius 2. Acara diawali oleh MC yaitu Bapak Yohanes Dwi Adi K., M.Pd. dan Jocelyn Vivian K. (Kelas VIII D) dan dilanjutkan dengan tampilan Tari Bedana oleh kolaborasi Ibu Brigita Adventi R, dan peserta didik kelas 7. Acara dibuka dengan doa pembuka oleh Katarina Vianney dan beberapa sambutan.
Ibu Santa Theresia, wali peserta didik Steve Mannuel Hidayat, sebagai perwakilan wali peserta didik menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah atas bimbingan yang telah diberikan kepada anak-anak selama tiga tahun. Peserta didik kelas IX merayakan keberhasilan dalam menyelesaikan jenjang SMP, sekaligus melepas kenangan manis yang telah mereka ukir selama tiga tahun terakhir. Menutup sambutannya, Ibu Santa Theresia mempersembahkan sebuah tampilan yaitu menyanyi.
Secara simbolis, pelepasan peserta didik kelas IX dilakukan dengan pengambilan topi oleh Ibu Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M. dari perwakilan peserta didik yaitu Christian Vinsensius Sinaga dan Catherine Marquerete Vanjani. Mereka berdua mewakili peserta didik lainnya untuk memberikan kesan dan pesan selama tiga tahun terakhir. Christian mengungkapkan kesan dan pesannya dalam acara tersebut. "Saya merasa bangga dan bersyukur menjadi bagian dari SMP Xaverius 2. Kenangan indah bersama teman-teman dan guru-guru akan selalu saya jaga, terutama dalam mengamalkan nilai Santo Fransiskus Xaverius dan karakter HK3P,” tutur Christian.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMP Xaverius 2, Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M. mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian para peserta didik. Bu Sisil, begitu akrab disapa, berpesan agar apa yang telah mereka terima dari SMP Xaverius 2 dapat menjadi bekal mereka di jenjang pendidikan berikutnya. Mengakhiri sambutannya, mempersembahkan dua buah pantun.
Acara pelepasan kelas 9 ini dipenuhi dengan penampilan-penampilan memukau dari peserta didik kelas 7 dan 8. Terdapat penampilan dari ekstrakurikuler tari dan menyanyi duet, dan doorprize. Peserta didik kelas IX duduk di meja kayu secara berkelompok seperti zaman dulu ketika sedang menonton layar tancap. Acara penutup dilakukan dengan berfoto sesuai kelompok duduk dan santap malam bersama.
Acara pelepasan ini merupakan momen yang sangat berkesan bagi para peserta didik kelas IX di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Bapak Andrianus Bedut, S.Pd. selaku koordinator acara, mengucapkan terima kasih kepada Suster, Bapak, Ibu guru dan tenaga kependidikan, pengurus OSIS, dan pengisi acara yang telah melakukan yang terbaik demi persembahan terakhir untuk peserta didik kelas IX. Pak Bedut ingin menciptakan kenangan manis untuk kelas IX, sekaligus membawa semangat baru untuk mereka daapt menapaki jenjang pendidikan berikutnya.
Salam HK3P
Penulis: Theresia Nata Ekwandani, S.Pd.
Perpustakaan merupakan salah satu sarana yang sangat penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Perpustakaan sekolah tidak hanya unit kerja yang menyediakan beragam bacaan guna menambah pengetahuan dan wawasan bagi siswa, tetapi juga merupakan bagian integrasi dalam proses pembelajaran dimana penyelenggaraan perpustakaan sekolah harus sejalan dengan visi dan misi sekolah, yaitu dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan sesuai dengan kurikulum. Penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sekolah yang baik akan mendukung terwujudnya pendidikan dan pembelajaran yang baik dan dapat menumbuhkan budaya gemar membaca para siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut Dinas Perpustakaan Kota Bandarlampung menyelenggarakan kegiatan Lomba Perpustakaan sekolah tingkat SMP se-Kota Bandarlampung tahun 2024.
SMP Xaverius 2 menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk untuk mengikuti Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat SMP se-Kota Bandarlampung tahun 2024. Lomba Perpustakaan diikuti agar pengelola perpustakaan sekolah berbenah untuk mewujudkan perpustakaan yang sesuai standar nasional perpustakaan yang ada. Ketika kita mampu melakukan perubahan, minimal akreditasi yang kita harapkan itu berkualifikasi A. Dengan semangat kebersamaan, para SDM Kependidikan SMP Xaverius 2 yang dikoordinatori oleh Ibu Martina Harsih selaku Kepala Perpustakaan berhasil mempersiapkan lomba Perpustakaan Sekolah dengan baik.
Kepala SMP Xaverius 2 Bandarlampung, Ibu Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Bandarlampung, karena diberi kepercayaan untuk mengikuti lomba perpustakaan tingkat SMP se-Kota Bandarlampung.“Kami telah berkomitmen ini merupakan suatu kebutuhan semua warga sekolah, sekolah ini dikembangkan bukan hanya sebatas ketika mengikuti kegiatan lomba. Meskipun masih banyak kekurangan, namun kami mengupayakan berkas-berkas yang dipersiapkan sesuai dengan juknis yang ada. Kami juga melibatkan seluruh guru dan pengelola perpustakaan bagaimana menyiapkan lomba yang kita ikuti ini,” ungkapnya. Mengingat masih banyak kekurangan yang ada maka diharapkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Bandarlampung terus memberikan pembinaan, pelatihan, arahan, motivasi dalam perbaikan pengelolaan perpustakaan sekolah tingkat SMP di Kota Bandarlampung.
Adapun kriteria penilaian lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat SMP se-Kota Bandarlampung dilihat dari beberapa komponen, diantaranya ketersediaan ruangan/gedung perpustakaan, tenaga pustakawan, koleksi buku, aspek anggaran, jamgkauan layanan, inovasi dan kreatifitas perpustakaan serta tingkat kegemaran membaca.
Kegiatan lomba perpustakaan diadakan pada hari Selasa, 28 Mei 2024 pukul 11.45 wib sampai dengan pukul 14.00 wib, dengan 4 tim penilai.
Tim penilai lomba perpustakaan tersebut adalah :
Tim penilai lomba mengapresiasi persiapan yang dilakukan SMP Xaverius 2 Bandarlampung.Semoga mendapat hasil yang maksimal, sehingga mendorong sekolah untuk melakukan perubahan dan pengembangan perpustakaan agar menjadi perpustakaan yang lebih baik dan dapat mendukung kegiatan sekolah, terutama peningkatan minat baca peserta didik dan kelancaran proses pembelajaran.
Salam HK3P
Penyusun: Martina Harsih Wuryani, S.Pd
Bandar Lampung, 24 Mei 2024 – SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menyelenggarakan kegiatan senam bersama dan ibadat persiapan Sumatif Akhir Semester di kompleks sekolah. Acara ini diadakan dengan tujuan untuk menjaga kebugaran jasmani dan mempersiapkan mental serta spiritual siswa sebelum menghadapi ujian akhir semester.
Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan senam bersama yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah. Senam pagi ini berlangsung meriah dan penuh semangat, dengan gerakan yang dipandu oleh instruktur senam profesional. Selain untuk meningkatkan kebugaran fisik, senam bersama juga bertujuan untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan di antara seluruh warga sekolah.
Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan ibadat persiapan Sumatif Akhir Semester yang berlangsung khidmat. Ibadat ini dipimpin oleh Romo Fransiskus dari Paroki Katedral Kristus Raja, Bandar Lampung. Dalam ibadat tersebut, Romo Fransiskus memberikan motivasi dan penguatan kepada para siswa agar menghadapi ujian dengan tenang dan percaya diri.
Para siswa terlihat antusias dan bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan ini. Salah satu siswa, Ketua OSIS SMP Xaverius 2 (Jocelyn), mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan ini. "Senam pagi tadi sangat menyenangkan dan membuat saya lebih segar. Ibadat yang diadakan juga memberi saya ketenangan dan keyakinan untuk menghadapi ujian nanti," kata Jocelyn.
Dengan mengadakan kegiatan seperti ini, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang seimbang, di mana aspek fisik, mental, dan spiritual siswa mendapat perhatian yang sama. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa mencapai prestasi yang optimal dalam Sumatif Akhir Semester yang akan datang.
Penulis: Vincen
“Bangkit Bersama dalam Semangat Cinta Alam dan Budaya Indonesia” SMP Xaverius 2 Bandar Lampung
20 MEI 2024
Pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada materi pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan nyata, sehingga siswa mampu menerapkan dan menghubungkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari pembelajaran kontekstual ini untuk membekali siswa berupa pengetahuan dan kemampuan dengan mendekatkan hal yang teoritis ke praktis, sehingga dalam pelaksanaan metode ini dapat diaplikasikan dalam situasi nyata.
Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu belajar di luar kelas, melalui pembelajaran kontekstual di Asilo Hermelink ini mengajarkan siswa bagaimana mengenal lingkungan hidup, berbagai pengetahuan, dan ilmu bertahan hidup seperti menggunakan berbagai benda di alam sekitar, yang akan membuat siswa lebih tangguh dan mencintai alam yang ada di sekitarnya.
Kegiatan pembelajaran kontekstual di Asilo tepat pukul 07.30 diawali senam bersama, dipandu oleh Ibu Susana sebagai Master of Ceremoney didampingi oleh Pak Alex sebagai koordinator lapangan, dilanjutkan menjelajah alam menurut kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya. Setiap kelompok harus menganalisis minimal dua dan maksimal lima tumbuhan, kemudian dilaporkan dalam bentuk tulisan dan dikumpulkan kepada Ibu Yuliana selaku koordinator pembelajaran kontekstual.
Setelah anak-anak senam bersama dan menjelajah alam, mereka diberi kesempatan untuk menikmati bekal masing-masing di halaman Asilo sambil diiringan musik indah yang diputar oleh Bapak Vincen selaku Pembina OSIS. Dari pembelajaran di alam terbuka dilanjutkan ke Museum Lampung sebagai media dan sumber belajar dalam pembelajaran sejarah dan wawasan Provinsi Lampung dari zaman dulu sampai sekarang. Tidak lupa Ibu Sisilia Surasi Andriani,S.Si., M.M. selaku Kepala Sekolah memberi sambutan dan pengarahan kepada para siswa akan tujuan pembelajaran kontekstual dan mengingatkan untuk bersikap yang baik dan sopan di museum.
Dengan berjalan kaki bersama menyusuri trotoar di jalan ZA Pagar Alam, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa para siswa kelas VII dan VIII didampingi wali kelas, para guru, dan tenaga kependidikan yang dikoordinatori oleh Bapak Agustinus Yulianto mereka menuju Museum Lampung.
Sesampainya di Museum Lampung, anak-anak langsung menuju “Bioskop Sanak Lampung”. Semua peserta didik sangat antusias melihat penayangan film dokumentar sejarah Radin Inten II, semua mata serius menyaksikan dari awal sampai akhir penayangan film dokumenter tersebut. Setelah selesai penayangan film dokumenter, peserta didik kelas VII dan VIII kembali disajikan materi tentang Radin Inten II oleh Pak Yoga, selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Museum Lampung yang bertugas untuk menyampaikan materi-materi tentang sejarah Lampung dan tokoh-tokoh bersejarah bagi para pengunjung.
Setelah anak-anak selesai menyaksikan film, seluruh peserta didik langsung menuju ke gedung utama museum untuk melihat peninggalan-peninggalan bersejarah dan koleksi-koleksi museum yang berserjarah. Koleksi-koleksi Museum Lampung adalah sebagai berikut:
Setelah semua peserta didik kelas VII dan VIII berkeliling Museum Lampung, mengumpulkan materi untuk tugas akhir, seperti mendokumentasikan dalam bentuk tulisan, foto, dan video, semua siswa dan siswi berkumpul kembali di depan pintu utama Museum Lampung untuk menyelesiakan tugas dan mengumpulkannya pada aplikasi yang sudah disiapkan oleh Bu Yuli sebelumnya. Dan seluruh kegiatan pembelajaran kontekstual diakhiri dengan para siswa mengaplikasikan apa yang mereka dapat dalam kegiatan pembelajaran kontekstual dalam bentuk video.
Dengan pembelajaran kontekstual mengenal alam dan berkunjung ke museum Lampung diharapkan para siswa menjadi lebih memahami makna hidup, menghargai, menjaga dan melestarikan apa yang dimiliki bangsa, sehingga akan lestari dan berguna untuk seluruh warga masyarakat khususnya warga Lampung.
Salam HK3P
Penyusun: Yuliana Sariyanti, S.Pd
© Copyright 2019 SMP Xaverius 2 Bandar Lampung