(0 pemilihan)

Seminar Menjadi Guru Profesional yang Menginspirasi, Berintegritas, Berkarakter untuk Pendidikan Bermutu Pilihan

Pada hari ini, Selasa, 7 Juli 2026, bertepatan dengan tanggal yang istimewa, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh Yayasan Xaverius Tanjungkarang bekerja sama dengan BINUS dengan tema "Menjadi Guru Profesional yang Menginspirasi, Berintegritas, Berkarakter untuk Pendidikan Bermutu."

Pada kesempatan ini, panitia menghadirkan pembicara yang penuh energi dan sangat kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Olifia Rombat, S.Sos., S.Pd., M.Pd.

Di tengah perubahan zaman yang sangat cepat, peran guru tidak dapat digantikan. Meskipun saat ini telah banyak teknologi yang mampu mempercepat berbagai pekerjaan, peran guru tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi apa pun.

Menurut Dr. Olifia Rombat, guru dibangun oleh tiga modal utama, yaitu:

  1. Guru yang menginspirasi.
  2. Guru yang berintegritas.
  3. Guru yang berkontribusi pada pendidikan bermutu.

Untuk menjadi guru profesional diperlukan tiga modal utama, yaitu:

  1. Human Capital (HC), yaitu nilai, pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kemampuan mengajar yang baik. Guru yang berkualitas akan melahirkan murid yang berkualitas, yang pada akhirnya akan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi negara maupun institusi.
  2. Social Capital, yaitu kemampuan guru dalam membangun hubungan sosial, berkolaborasi, saling belajar dengan generasi yang lebih muda, serta berbagi praktik baik.
  3. Decision Capital, yaitu kemampuan mengambil keputusan profesional berdasarkan pengalaman, bukti, pertimbangan etis, dan refleksi. Pada poin ini, apabila kita menghadapi situasi yang dapat dikategorikan sulit, terdapat beberapa hal yang harus dijadikan dasar, yaitu:
    a. Jangan menurunkan standar penilaian.
    b. Rooming.
    c. Menilai proses pembelajaran.

Human Capital, Social Capital, dan Decision Capital merupakan bagian dari pengembangan aset atau modal profesional dalam meningkatkan kualitas guru secara individu, memperkuat kerja sama antarguru, serta meningkatkan kebijaksanaan guru dalam mengambil keputusan demi keberhasilan murid.

Materi selanjutnya yang disampaikan oleh Dr. Olifia Rombat adalah Etika dan Komunikasi, yaitu bagaimana membangun kepercayaan melalui relasi yang bermakna. Pada sesi ini, peserta diajak merefleksikan sejauh mana guru telah memfasilitasi murid untuk didengarkan. Selain itu, peserta juga diajak memaknai pentingnya komunikasi yang baik. Dr. Olifia Rombat menyampaikan bahwa guru diharapkan mampu mendengar, memahami, menghargai, dan membangun relasi dengan murid. Dengan relasi yang baik, kepercayaan akan tumbuh dan semakin kuat.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Budaya Kerja Kolaboratif sebagai budaya yang saling mendukung untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Sebagai penutup, disampaikan bahwa setiap guru harus memahami arah sekolah, mampu menyelaraskan pembelajaran, berinisiatif, menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, melakukan perbaikan secara berkelanjutan, serta menjadi agen perubahan. Hal tersebut penting karena sekolah merupakan komunitas yang memiliki panggilan untuk melayani. Bersama, kita terus bertumbuh menjadi guru yang semakin profesional, menginspirasi, berintegritas, dan berkarakter dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Salam Unggul, Transformatif, Berkarakter, Kolaboratif dalam Kemandirian.

Penulis: E. Okti Herawati
Editor: Sisilia Surasi Andriani

Baca 62 kali
SMP Xaverius 2 Bandar Lampung

Manusia Yang Unggul dalam Humanitas, Kecerdasan, Kajujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan

xav2
Selengkapnya di dalam kategori ini: « Meneropong Wajah SMP Xaverius 2 di Mata Masyarakat