Manusia Yang Unggul dalam Humanitas, Kecerdasan, Kajujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan
Setelah melalui berbagai rangkaian seleksi dan diakhiri dengan LDK, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung melaksanakan upacara serah terima jabatan dan pelantikan pengurus MPK-OSIS masa bakti 2024-2025. Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Kepala Sekolah, Ibu Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M., yang secara resmi melantik pengurus baru.
Setelah pelantikan, acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan secara simbolik dari pengurus OSIS masa bakti 2023-2024 kepada pengurus baru. Serah terima ini ditandai dengan penyerahan bendera OSIS serta simbol-simbol organisasi lainnya, yang melambangkan perpindahan tanggung jawab dari pengurus lama ke pengurus baru. Momen ini berlangsung penuh haru, mengingat kerja keras yang telah dilakukan oleh pengurus sebelumnya, serta antusiasme pengurus baru yang siap memulai tugas mereka.
Dalam sambutannya, Ibu Sisilia menyampaikan apresiasi kepada pengurus OSIS masa bakti 2023-2024 atas dedikasi dan kontribusi yang telah mereka berikan. Ia juga memberikan semangat kepada pengurus baru untuk melanjutkan tonggak kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab dan inovasi. "Tonggak tugas dan tanggung jawab telah diserahkan, saya berharap pengurus baru bisa melanjutkan dengan semangat yang lebih besar," ujar Ibu Sisil.
Jocelyn Vivian Kurniawan, Ketua OSIS masa bakti 2023-2024, dalam pidatonya mengucapkan rasa syukur atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa kepengurusannya. Ia juga berbagi pengalaman berharga serta menyampaikan pesan kepada pengurus baru untuk selalu menjaga kekompakan dan semangat dalam menjalankan tugas mereka. "Saya titipkan pesan kepada pengurus baru untuk selalu menjaga kekompakan dan semangat dalam melaksanakan tugas," ujar Jocelyn dengan penuh haru.
Di sisi lain, Billyterli Anugrah Daeli, Ketua OSIS yang baru dilantik untuk masa bakti 2024-2025, menyampaikan tekadnya dalam menjalankan visi dan misi OSIS. Ia mengajak seluruh pengurus baru untuk meneruskan perjuangan yang telah dimulai oleh pengurus sebelumnya. "Kami akan mewujudkan visi dan misi, serta melanjutkan tonggak perjuangan dari pengurus terdahulu," ungkap Billy penuh semangat.
Upacara ini tidak hanya menjadi momen pergantian kepengurusan, tetapi juga ajang untuk menegaskan komitmen para siswa dalam menjaga nilai-nilai unggul dan semangat transformasi di lingkungan sekolah.
Salam Unggul Transformatif dalam Semangat SMP Xavepa Gemilang!
Penulis: Jesslyn Jacinda dan Evelin Aryawami
Editor: Theresia Nata Ekwandani
Nowadays, schools across Indonesia have been transforming their approach to education by adopting the ‘Kurikulum Merdeka’. This progressive curriculum is designed to give students more autonomy over their learning journey, encouraging creativity, critical thinking, and personal development. Schools implementing ‘Kurikulum Merdeka’ have launched various programs aimed at aligning with its principles, offering a wide range of activities and courses tailored to students' individual interests and talents. These programs not only promote academic growth but also nurture essential life skills, preparing students to thrive in an ever-evolving world.
As one of the schools which implements ‘Kurikulum Merdeka’, Xaverius 2 Junior High School offers some programs in supporting the implementation of it in 2024. The programs are Asam Basa, Tapis Berseri, Sakai Sambayan, and Sai Wawai. Sai Wawai, is an activity that focuses on always having something colorful in Xavier 2 Junior High School. Of Course, this can be interpreted as actually always having something colorful in the school, but also can be interpreted as the talents of the students that bring color to the school.

What does bring color mean? Each individual brings a unique set of talents, skills, and characteristics that enrich the classroom environment. Whether it's a natural gift for art, music, sports, or problem-solving, every student contributes in their own special way. These diverse abilities create a vibrant learning atmosphere, where differences are celebrated, and students can learn from one another. The combination of unique strengths and perspectives helps foster creativity, collaboration, and a deeper understanding of the world. Together, these talents and traits make the school not just a place of education, but a community full of color and diversity.

This concept made us determine the theme of our class Sai Wawai video. We share our unique set of talent, skills, and characteristics. Our skill in playing musical instruments, dancing, drawing, coloring, painting, playing football or soccer, playing basketball, playing volleyball, and playing games. We don’t mean to be arrogant, show off, or get validation. More than that, we want to share you all that showcasing the diverse talents, skills, and unique qualities of each student is essential to fostering a supportive and collaborative learning environment.

In our class, this diversity is embraced as students complement one another, bringing out the best in their peers. By highlighting their individual strengths, our class demonstrates that the students are not only talented but also capable of working together to achieve more. This approach reflects the high quality of education at SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, where each student's potential is nurtured, and their abilities contribute to the overall excellence of the school community.
Penulis: Caroline Nicole & Katarina Seline
"Kebersamaan dalam Persaudaraan"
SAI WAWAI (selalu ada yang istimewa warna - warni di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung), program itu menunjukkan segala warna-warni kegiatan para siswa begitu juga kelas 8E.
Dengan ini kelas 8E mengambil kesempatan untuk mempertunjukkan kebersamaan siswa siswi 8E dengan menyanyikan lagu Laskar Pelangi bersama dan menampilkan beberapa klip momen kebersamaan mereka selama di kelas 8E untuk satu semester ini. Di dalam kelas 8E mereka selalu menerapkan sebuah kesepakatan dalam pertemanan yaitu "Jangan membully orang lain, jika kamu tidak ingin dibully." Memberi arti bahwa mereka harus bersyukur dengan pertemanan yang mereka miliki di dalam kelas tanpa ada satu orang pun yang merasa tinggi hati/sombong.

Seluruh skenario SAI WAWAI 8E disusun dengan baik oleh Bapak Andrianus Bedut (sebagai Wali Kelas 8E) , Caroline Valenthio dan Veren Joceline. Dengan tema SAI WAWAI kelas 8E, mereka ingin menyampaikan bahwa kebersamaan persaudaraan sangatlah penting bagi semua orang, karena kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.
Setiap kelas, pasti selalu ada permasalahan antarsatu dengan yang lain, namun di dalam situasi tersebut kami dapat mengatasinya dengan mendinginkan kepala, saling mengalah, dan saling memaafkan. Itu semua dilakukan agar terciptanya suasana persaudaraan di dalam sebuah kelas, sehingga dalam proses pembelajaran lebih menyenangkan. Kunci dari persaudaraan adalah di mana suatu kelompok dapat memiliki sikap saling berempati, peduli, dan menghargai antarsesama menuju SMP Xaverius 2 Gemilang.

Penulis : Caroline Valenthio & Veren Joceline
Dalam Pendidikan Guru Penggerak (PGP) , kami para Calon Guru Penggerak (CGP) dibekali dengan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE),salah satunya adalah tentang Mindfulnes yang sangat efektif meembantu guru maupun peseerta didik dalam proses pembelajaran.
Mindfulness atau kesadaran penuh adalah kondisi dimana kita mampu menyadari apa yang terjadi saat ini, di masa sekarang. Kesadaran penuh (mindfulness) menurut Jon Kabat – Zinn dapat diartikan sebagai kesadaran yang muncul ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja pada kondisi saat sekarang dilandasi rasa ingin tahu (tanpa menghakimi) dan kebaikan.

Mindfulness menjadi semakin relevan dalam konteks Pendidikan, terutama bagipara guru yang ingin menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan membantu siswa mengelola suasana hati yang tidak nyaman atau stress saat proses pembelajaran, selain itu juga praktik inidapat meningkatkan konsentrasi peserta didik ,mindfulness dapat diterapkan oleh guru dengan berbagai cara di kelas.
Teknik yang paling sederhana untuk berlatih mindfulness adalah dengan menyadari nafas. Kita bisa gunakan Teknik STOP untuk berlatih menyadari nafas.
STOP merupakan singkatan dari Stop, Take a deep breath, Observe dan Proceed. Bagaimana cara melakukannya? Simak penjelasan berikut ini:
Stop, artinya hentikan segala aktivitas yang dilakukan. Pada tahap ini, berhentilah dari segala aktivitas yang sedang kita lakukan. Simpan gawai, matatikaigawai misalnya. Lalu, ambillah posisi yang paling nyaman, misal dengan duduk tegak dan telapak tangan diletakkan di atas paha. Pejamkan mata atau pandanglah lurus ke depan agar bisa lebih konsentrasi.

Take a deep breath, tarik nafas dalam. Mulailah tarik dan buang nafas secara perlahan sebanyak tiga kali. Ketika menarik nafas, rasakan udara yang masuk melalui rongga hidung hingga memenuhi paru-paru kita. Rasakan hangatnya udara saat kita menghembuskan nafas.
Observe, amati. Mulailah amati tubuh kita (dengan tetap memejamkan mata dan bernafas secara teratur). Rasakan kelopak mata, jika tegang, rilekskan. Perhatikan otot-otot wajah kita, lemaskan. Rasakan leher kita, apakah masih kaku? Turun ke bahu, tenang. Lengan, jari-jari tangan, paha, betis, lutut, rileks. Sadari bahwa saat ini, di masa sekarang kita sedang duduk atau menapak ke tanah.
Proceed, lanjutkan. Bila sudah melakukan ketiga hal di atas, silakan lanjutkan kembali aktivitas kita.
Teknik STOP ini dapat dipraktikkan ketika guru merasakan proses membutuhkan jeda untuk mengembalikan konsentrasi peserta didik , setelah peserta didik merasa lebih tenang dan bahagia dan lebih optimis, guru akan lebih mudah melanjutkan prosespembelajara. Tehnik ini juga baik dilakukan diawal pembelajaran untuk peserta didik menemukan motovasi dan semangat belajar.
Salam Unggul Transformatif Dalam Semangat HK3P
Penulis : Hendri Nugroho,S.Kom
Sisilia Surasi Andriani,S.Si.,M.M
Asesmen formatif dalam Kurikulum Merdeka memiliki peran penting dan memberikan banyak manfaat. Asesmen formatif dalam pembelajaran diharapkan dapat memberikan informasi faktual atas pencapaian perkembangan atau hasil belajar peserta didik. Bentuk asesmen meliputi asesmen formatif dan sumatif. Asesmen formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki pembelajaran serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran. Asesmen formatif dilakukan dengan mengumpulkan informasi mengenai peserta didik yang mengalami hambatan atau kesulitan belajar dan perkembangan belajar peserta didik. Informasi tersebut digunakan sebagai umpan balik bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dalam memonitor proses dan kemajuan belajar sebagai bagian dari keterampilan belajar sepanjang hayat. Sedangkan bagi pendidik hasil asesmen digunakan untuk merefleksikan dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Asesmen formatif dapat berupa asesmen pada awal dan saat pembelajaran. Asesmen pada awal pembelajaran digunakan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dalam kaitannya dengan tujuan pembelajaran tertentu, sehingga pendidik bisa melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Asesmen formatif pada saat pembelajaran digunakan sebagai dasar dalam melakukan refleksi terhadap keseluruhan proses belajar yang dapat dijadikan acuan untuk perencanaan pembelajaran dan melakukan revisi apabila diperlukan. Apabila peserta didik dirasa telah mencapai tujuan pembelajaran, maka pendidik dapat meneruskan pada tujuan pembelajaran berikutnya. Namun, apabila tujuan pembelajaran belum tercapai, pendidik perlu melakukan penguatan terlebih dahulu.(PANDUAN Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah EDISI REVISI TAHUN 2024 BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA).

Manfaat asesmen formatif diantaranya:
Asesmen formatif dapat memberikan informasi mengenai kebutuhan belajar peserta didik, seperti hambatan atau kesulitan yang dihadapi.
Asesmen formatif dapat membantu guru mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang disampaikan.
Asesmen formatif dapat memberikan umpan balik dan membantu guru mengetahui perkembangan peserta didik.
Asesmen formatif dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Asesmen formatif dapat membantu guru merancang program pembelajaran yang sesuai dengan rkebutuhan peserta didik.
Asesmen formatif dapat berkontribusi pada peningkatan motivasi pesertadidik.

Konsistensi guru dalam melaksanakan penilaian formatif akan sangat mudah menciptakan suasana kelas yang interaktif,aktif antuasias dan selalu kondusif karena peserta didik sangat fokus dengan keinginannya menjawab tantangan yang diberikan guru terkait materi yang diajarkan.
Dengan demikian asesmen formatif sangat berpemgaruh pada peningkatan hasil akademik siswa, karena guru sudah mampu menemukan kendala,dan strategi mengatasi kendala peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Salam Unggul Transformatif Dalam Semangat HK3P SMP Xavepa Gemilang.
Penulis : Sisilia Surasi Andriani,S.Si .,M.M
Perpustakaan sebagai tempat dan sarana wisata yang menyenangkan bagi pemustaka. Hal ini sejalan dengan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan. UU tersebut menyebutkan bahwasannya perpustakaan adalah institusi pengelola karya tulis, karya cetak dan/karya rekam, secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Selain itu pada pasal 3 juga disebutkan bahwa perpustakaan mempunyai fungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan kebudayaan bangsa. Dalam Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa perpustakaan adalah tempat untuk rekreasi sekaligus sebagai wahana wisata pendidikan dan belajar. Menurut Riswanto (2021), perpustakaan dituntut untuk bisa menyediakan tempat maupun layanan yang mendorong pemustaka untuk sering berkunjung ke perpustakaan.

SMP Xaverius 2 Bandarlampung berdiri pada tanggal 1 Januari 1970 dengan nama SMP Xaverius Pahoman, beralamat di Jl. Cendana No. 31 Enggal – Bandarlampung. Seiring dengan itu, keberadaan Xavepa Pustaka sebagai perpustakaan di SMP Xaverius 2 Bandarlampung konsisten dalam memberikan pelayanan prima terhadap para pemustaka. Disini, anda dapat menemukan jawaban atas segala pertanyaan, mengembangkan minat baca, dan bahkan menemukan teman baru yang memiliki minat yang sama.
Sebagai bentuk konsistensi perpustakaan sekolah, Xavepa pustaka memiliki Visi, Misi, Motto dan Jargon yaitu:Visi Xavepa Pustaka “Mewujudkan Budaya Baca dengan Perpustakaan yang Unggul dan Transformatif Secara Berkesinambungan’’.
Misi Xavepa Pustaka yaitu:
Motto Xavepa Pustaka : Ciptakan Inovasi dari Literasi, dengan Jargon Xavepa Pustaka “Gemar Membaca XAVEPA GEMILANG”, Motto Pelayanan” Humanis Adaptif”

Dengan adanya Visi, Misi, Motto dan Jargon yang dimiliki Xavepa Pustaka, peran penting perpustakaan di dunia pendidikan dalam memupuk minat baca, meningkatkan kemampuan belajar, mengembangkan keterampilan, menunjang kegiatan belajar dan membentuk karakter dapat diwujudnyatakan.
Keberadaan Xavepa Pustaka pada Kurikulum Merdeka memiliki peran penting dalam terwujudnya Program penguat Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Xaverius 2 Bandarlampung melalui program Asam Basa, Tapis Berseri, Sakai Sambayan dan Sai Wawai.
Jelajahi dunia pengetahuan tanpa batas bersama Xavepa Pustaka.
Temukan inspirasi dan wawasan baru yang akan membawa Anda ke puncak prestasi.
Xavepa Pustaka, ruang Anda untuk tumbuh dan berkembang.
Salam Literasi dari Xavepa Gemilang.
Penulis :Hendri Nugroho,S.Kom
Sisilia Surasi Aandriani,S.Si.,M.M
Setiap murid memiliki kebutuhan yang unik, gaya belajar yang berbeda, dan tingkat pemahaman yang beragam. Dalam konteks ini, pendekatan pembelajaran berdiferensiasi muncul sebagai strategi yang efektif dalam menangani keberagaman tersebut. Dengan pembelajaran berdiferensiasi, strategi mengajar dirancang untuk menyesuaikan materi, proses, dan penilaian pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan individual murid. Ini bukan sekedar mengenalkan konsep yang sama kepada semua murid, tetapi mengakui bahwa setiap murid memiliki gaya belajar yang unik dan memerlukan pendekatan yang sesuai.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah suatu pendekatan dimana guru secara aktif membedakan metode, sumber daya, dan penilaian yang digunakan dalam pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan individual setiap murid. Pendekatan ini memungkinkan guru untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda, tingkat pemahaman yang bervariasi, serta minat dan kebutuhan murid yang beragam. Pembelajaran berdiferensiasi dapat diimplementasikan melalui modifikasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar agar lebih sesuai dengan kebutuhan murid (Tomlinson, 2001).
Kali ini salah satu kelas di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung,yaitu kls 7D sedang dalam penerapan pembelajaran berdeferensiasi produk mata pelajaran PPKn , strategi dalam deferensiasi produk adalah jenis tagihan hasil proses pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik. Dalam hal ini menyimpulkan tentang norma dalam bentuk lagu, cerita bergambar, gerak dan lagu,serta pantun.

Dalam obsevasi yang dilakukan oleh Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, ibu Sisilia Surasi Andriani,S.Si.,M.M membuktikan bahwa strategi pembelajaran berdeferensiasiini sangat efektif memaksimalkan guru dalam mengakomodir kebutuhan semua peserta didik.Semua peserta didik mengerjakan tantangan yang diberikan guru dengan penuh antusias,suka cita dan gembira,karena sesuai dengan kesukaan atau bakat dan minat dalam dirinya. Terus tergerak,bergerak dan menggerakkan komunitas untuk anak merdeka belajar. Semangat belajar sepanjang hayat ibu bapak guru hebat.
Salam Unggul Transformatif Dalam Semangat HK3P SMP Xavepa Gemilang
Penulis : Yohana Susiati,S.Pd
Sisilia SurasiAndriani,S.Si
LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) OSIS merupakan kegiatan pendampingan bagi para calon pengurus OSIS. Kegiatan tersebut berlangsung Jumat-Sabtu, 13-14 September 2024 di komplek SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para calon pengurus OSIS SMP Xaverius 2 Bandar Lampung dengan keterampilan kepemimpinan dan pengetahuan terkait dengan organisasi, yang akan mendukung mereka dalam menjalankan peran sebagai pemimpin masa depan. Kegiatan LDK dibuka oleh Ibu Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M. selaku Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Beliau berpesan bahwa kalian semua telah melalui proses yang panjang mulai dari seleksi berkas dan wawancara maka saat LDK inilah momen untuk terus menunjukkan potensi diri dan menggali ilmu untuk berorganisasi.
Kegiatan LDK dimulai dengan sambutan dari panitia dan kemudian dilanjutkan dengan materi yang diberi oleh RD. L. Raditya Christianto mengenai spriritualitas dan etika berorganisasi, menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam memimpin. Para peserta LDK diajak utuk memahami bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi tentang pelayanan dan pengabdian. Selain itu materi public speaking, rapat, diskusi dan debat disampaikan oleh Ibu Yohana Susiati, S.Pd. Pada materi ini,para peserta LDK diajak untuk berani dalam berbicara di depan umum, menyusun argumen yang logis, serta mengelola rapat dan diskusi secara efektif. Selain materi, para peserta LDK juga diajak untuk melakukan simulasi debat untuk melatih kemampuan berbicara kritis dan kooperatif. Selain materi tentang kepemimpinan, terdapat juga materi mengenai proposal, laporan pertanggungjawaban (LPJ), dan surat resmi yang disampaikan oleh Ibu Dra. Th. Ratih Indriani. Materi ini sangat penting untuk meningkatkan administratif para peserta, khususnya dalam menjalankan fungsi-fungsi organisasi dengan lebih terstruktur dan profesional.
Pada malam hari, suasana semakin semarak dengan penampilan dari setiap kelompok yang menampilkan tarian atau lagu tradisional dari berbagai daerah. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar anggota tim dan melatih kreativitas. Selain adanya penampilan tersebut, terdapat juga permasalahan di malam tersebut yang mengharuskan para peserta untuk memikirkan dan mendiskusikan keputusan yang bijak untuk memecahkan masalah, hal tersebut dilakukan agar para peserta LDK berani menyampaikan keputusan dan pendapat yang dapat memecahkan masalah. Pada akhirnya, permasalahan di malam tersebut dapat terpecahkan dan para peserta melanjutkan aktivitas untuk hari esok.
LDK hari kedua, Sabtu 14 September 2024, kegiatan diawali dengan senam bersama dan dilanjutkan dengan kegiatan titik proaktif (rohani aktif) dan melanjutkan dengan MCK serta sarapan bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang erat. Setelah MCK dan sarapan bersama, LDK dilanjutkan dengan materi 4 pilar kebangsaan serta materi-materi mengenai kepemimpinan yang ideal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara oleh Kak Stefanus Chrismadika, S.M. dan PMKRI. Dan dilanjutkan dengan materi kewirausahaan yang dibimbing oleh Ibu Maartina Harsih.W, S.Pd. Pada materi ini peserta diajak untuk memasak makanan dengan peralatan yang telah disiapkan, dilanjutkan dengan makan bersama kelompoknya, masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk makan bersama kelompok dengan tantangan, yaitu masing-masing jari jempol diikat ke jempol teman sampingnya dan makan bersama. Hal tersebut dilakukan untuk melatih para peserta untuk menurunkan ego.
Kegiatan selanjutnya, dilanjutkan dengan outbond, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk melatih kerja sama tim, kepemimpinan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan. Kegiatan ini diisi dengan berbagai permainan yang membutuhkan kerja sama kelompok dan kebersamaan antar kelompok. Setelah melaksanakan outbond, para peserta diberi waktu untuk membersihkan diri, sebelum kembali ke aula, peserta diberi kesempatan untuk beristirahat sebelum melanjutkan kegiatan.
LDK ditutup secara resmi oleh Pak Agustinus Yulianto, S.Pd. Beliau memberikan apresiasi kepada seluruh peserta LDK dan panitia atas kesuksesan kegiatan ini. Dari LDK ini, kita dapat menyimpulkan bahwa pemimpin bukanlah sebagai penguasa, melainkan untuk melayani setiap orang. Selain itu, pemimpin adalah cerminan baik bagi orang-orang yang dikenal dengan sikap tegas, berani, dan mau bersikap melayani pada sesama.
Setelah melewati rangkaian proses Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang berlangsung dengan penuh semangat dan dedikasi, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung dengan bangga mengumumkan pengurus OSIS terpilih untuk periode 2024/2025. Para siswa yang berhasil menunjukkan kemampuan kepemimpinan, kerjasama, dan tanggung jawab selama LDK kini resmi ditetapkan sebagai pengurus baru OSIS. Berikut adalah nama-nama pengurus yang lolos dan siap menjalankan amanah serta membawa perubahan positif bagi sekolah.
Nama Peserta Didik yang Terpilih
Salam Unggul Transformatif dalam Semangat HK3P SMP Xavepa Gemilang!!!
Penulis : Earlene Dhannaya Anavaya 8D
© Copyright 2019 SMP Xaverius 2 Bandar Lampung