Pendidikan tidak selalu harus terbatas pada dinding kelas dan papan tulis. Menyadari pentingnya pengalaman belajar yang nyata, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mengajak siswanya untuk secara langsung ke lapangan guna mengenal jati diri bangsa melalui kunjungan edukatif yang interaktif dan inspiratif.
Sebanyak 127 siswa kelas 7 SMP Xaverius 2 Bandar Lampung berproses dalam kegiatan Pembelajaran Kontekstual dengan mengunjungi Museum Lampung pada Rabu, 13 Mei 2026.
Pembelajaran Kontekstual kali ini mengusung tema "Mengeksplorasi Warisan Budaya Lampung", kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan adat istiadat lokal secara langsung kepada para siswa dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Ibu Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya interaksi langsung dengan objek sejarah untuk memperkuat pemahaman akademis. "Pembelajaran kontekstual ini dilaksanakan dalam rangka membangun pengalaman belajar yang bermakna, yakni dengan menggabungkan teori yang telah dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di lapangan," ujar Ibu Sisilia di hadapan para peserta.
Selama kunjungan, semua murid tampak antusias mengamati berbagai koleksi museum, mulai dari benda peninggalan prasejarah, kain tapis, hingga replika rumah adat. Ketua Koordinator Pembelajaran Kontekstual Kelas 7, Laurensia Trimeta Platini, S.Si.,M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar wisata, melainkan bagian dari kurikulum yang menuntut murid untuk melakukan observasi dan mencatat informasi penting mengenai identitas budaya Lampung.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh para murid yang hadir. Salah satu siswa kelas 7, Jill Zanette Arethra, mengaku sangat senang bisa melihat langsung benda-benda bersejarah yang selama ini hanya ia lihat di buku teks. "Kegiatan hari ini di museum sangat seru, menyenangkan, dan menambah banyak wawasan baru tentang budaya serta sejarah Lampung. Saya jadi lebih mengenal berbagai alat musik tradisional, rumah adat, pakaian adat, dan peninggalan budaya lainnya yang sebelumnya belum saya ketahui secara detail. Belajar langsung dengan melihat koleksi asli di museum membuat pembelajaran terasa lebih menarik dan tidak membosankan. Selain itu, suasana kebersamaan bersama teman-teman juga membuat kegiatan ini semakin berkesan".
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini berjalan dengan tertib dan edukatif. Dengan adanya kunjungan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki rasa bangga dan kepedulian yang tinggi untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya Lampung di masa depan. Salam Unggul Transformatif Berkarakter Kolaboratif dalam Kemandirian, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Xavepa Gemilang.
Penulis: Jocelyn Heavenly Zion
