(0 pemilihan)

Upacara Bendera SMP Xaverius 2 Bandarlampung: Kedisiplinan Pilihan

Upacara Bendera SMP Xaverius 2 Bandarlampung: Kedisiplinan

Pada Selasa, 10 Januari 2026, SMP Xaverius 2 Bandarlampung melaksanakan upacara bendera Merah Putih pada pagi hari yang penuh motivasi di lapangan sekolah. Kali ini, petugas upacara dipercayakan kepada siswa-siswi kelas 8B yang menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan terorganisasi, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.

Upacara dipimpin oleh pembina upacara, Ibu Christina Natalia Setyawati, yang memberikan amanat kepada seluruh peserta upacara. Pada kesempatan tersebut, sesi berbagi praktik baik disampaikan oleh Defran Elkindo dari kelas 8D. Dalam paparannya, Defran mengangkat topik tentang kedisiplinan serta menjelaskan pentingnya kedisiplinan sebagai bentuk ketaatan, kepatuhan, dan keteraturan seseorang terhadap peraturan. Menurutnya, dengan kedisiplinan seseorang akan menjadi lebih taat, patuh, tepat waktu, dan bertanggung jawab, sehingga kehidupan menjadi lebih teratur. Ia juga menekankan bahwa kedisiplinan merupakan kunci utama kesuksesan dan pembentukan karakter pelajar dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.

Lebih lanjut, Defran menjelaskan beberapa contoh penerapan kedisiplinan, yaitu dengan membiasakan perilaku disiplin secara konsisten sejak dini. Contoh yang sering dijumpai di sekolah antara lain datang tepat waktu, tidak menyontek, serta menaati tata tertib sekolah. Hal ini juga didukung oleh berbagai program sekolah, seperti Assam Bassa dan Tapis Berseri, yang mendorong seluruh warga sekolah untuk semakin disiplin dan taat terhadap peraturan. Ia juga menambahkan bahwa setiap pelanggaran terhadap kedisiplinan tentu akan diberikan sanksi yang logis dan sepadan dengan pelanggaran yang dilakukan.

Setelah sesi praktik baik disampaikan, pembina upacara memberikan apresiasi kepada Defran serta mengajak seluruh peserta upacara memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghargaan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada petugas upacara kelas 8B yang telah menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar. Dalam penutup amanatnya, pembina upacara kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam pembentukan karakter pelajar agar dapat berkembang menjadi pribadi yang taat, teratur, dan patuh terhadap aturan di lingkungan sekitar.

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan Sai Wawai juga ditampilkan satu penampilan English Speech yang dibawakan oleh Angel dan Lily dari kelas IX B. Melalui speech tersebut, keduanya mengajak seluruh peserta upacara untuk mengenang perjalanan selama menempuh pendidikan di SMP, mulai dari masa adaptasi di kelas VII, tantangan di kelas VIII, hingga refleksi dan persiapan menghadapi masa depan di kelas IX. Penampilan yang dibawakan dengan percaya diri ini mampu memberikan inspirasi sekaligus motivasi kepada seluruh peserta upacara untuk menghargai setiap proses perjalanan belajar yang sedang dijalani.

Melalui pelaksanaan upacara yang tertib dan penuh makna ini, diharapkan seluruh warga SMP Xaverius 2 Bandarlampung semakin menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat untuk terus berkembang menjadi pelajar yang berkarakter.

Penulis: Jocelynn Karunia Surtan (8B)

Isi Speech

English Speech for Sai Wawai (10/02/2026)

Good morning, everyone.

First of all, let me introduce myself. I’m Angel, and the person next to me is Lily. We are both from Ninth B, and today we are going to give a short speech about our junior high school journey. So, let us begin by rewinding our memories to seventh grade.

Back in seventh grade, we were complete strangers. We didn’t know each other, and we had to adapt to a new environment in a new school. At first, everything felt very awkward because we had to talk to classmates we had never met before. However, the rest of seventh grade turned out to be very enjoyable. We spent a lot of fun moments together, made many friends, and learned many things from both our mistakes and our achievements—even the small achievements that still felt meaningful. At that time, we didn’t think much about the future; we simply focused on enjoying our days.

The next year was eighth grade. We gathered on the school field to hear the announcement of class divisions. At first, I felt very excited because I wanted to know who my new classmates would be. However, Lily and I were separated for a year. It was a sad moment because the friends we knew before were now in different classes. For me, it felt like a disaster because I didn’t know anyone around me. Everything was very different from seventh grade. Still, I knew I had to continue the journey. As time passed, I successfully went through eighth grade, and then we had to face the “final boss” of junior high school: ninth grade.

And now, here we are in ninth grade. When we found out through the school website that we were finally in the same class again, I felt genuinely happy. A year without your close friend can feel very long. Time flies so fast, and now we are already in the last semester. We only have a few months left together. During this time, we must prepare for many activities and important tests such as the Try Out, Academic Ability Test, school exams, and others.

Not only that, in the next few months we also have to choose our next path—our senior high schools. Some of us may have to walk different paths because we choose different schools, and that means we may be separated from our friends again. However, we still have time to enjoy these busy but precious moments in our final semester together, until graduation day comes—the final farewell. It will be the last time we stand as junior high school students, but our life journey will continue because there is still a long road ahead of us.

And that’s all for today. On behalf of Ninth B, thank you very much for your attention.
Goodbye.

Baca 35 kali Terakhir diubah pada Selasa, 10 Februari 2026 15:14
SMP Xaverius 2 Bandar Lampung

Manusia Yang Unggul dalam Humanitas, Kecerdasan, Kajujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan

xav2