Pada hari Jumat, 16 Oktober
2026, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menggelar serangkaian kegiatan bermakna
untuk memperingati Hari Pangan Sedunia. Bertempat di lapangan SMP Xaverius 2
Bandar Lampung, seluruh siswa, guru, dan staf berkumpul sejak pagi hari dalam
suasana yang penuh antusiasme. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai
peringatan rutin, tetapi juga sebagai momen penting untuk melatih para siswa
agar lebih bersyukur atas rezeki yang diterima, menumbuhkan kepedulian sosial,
serta mempererat tali persaudaraan antarwarga sekolah.
Rangkaian acara diawali dengan
nyanyian bersama yang diiringi alunan instrumen keyboard secara apik. Suasana
kemudian beralih menjadi lebih khusyuk saat memasuki sesi doa dan renungan yang
dipimpin oleh Bapak Andrianus Bedut, S.Pd.. Dalam ibadat tersebut, Pak Bedut
mengajak seluruh peserta untuk mendoakan saudara-saudara yang sedang tertimpa
bencana alam di Kalimantan dan wilayah lainnya. "Melalui peringatan Hari
Pangan ini, kita diajak untuk membuka mata dan hati terhadap bencana di
berbagai daerah yang berdampak langsung pada ketersediaan pangan
masyarakat," ujar Pak Bedut saat memimpin renungan. Sebagai bentuk
solidaritas nyata, para siswa turut mengumpulkan persembahan kasih yang
nantinya disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Tak hanya itu, wujud
kepedulian para murid juga diwujudkan secara langsung melalui aksi nyata. Para
siswa secara khusus menyiapkan kotak snack atau kudapan yang dibagikan kepada
para pengemudi ojek online (ojol), pedagang di sekitar lingkungan sekolah, serta
warga yang membutuhkan. Aksi berbagi ini menjadi sarana belajar yang menyentuh
bagi siswa untuk mengamalkan semangat kasih secara langsung kepada masyarakat
sekitar.
Setelah ibadat selesai,
suasana digugah kembali lewat persembahan seni. Yuvanka Prasista membawakan
pembacaan puisi berjudul "Panggilan dari Perut Bumi" karya Christina
Natalia Setyawati, S.Pd. dengan penuh penghayatan.
Kehangatan acara semakin
terasa saat Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Ibu Sisilia Surasi Andriani,
S.Si., M.M., memberikan sambutannya. Dalam arahannya, beliau memaparkan tema
Hari Pangan yang diusung oleh Gereja Katolik (KWI), yakni "Mendengarkan
Jeritan Bumi dan Kaum Kecil lewat Ketersediaan Pangan". "Hari Pangan
bukan hanya tentang apa yang kita makan setiap hari, melainkan bagaimana kita
mendengarkan jeritan bumi dengan menjaga kelestariannya dan peduli kepada kaum
kecil yang sedang kekurangan," kata Ibu Sisil.
Selanjutnya, setiap kelas duduk membentuk
lingkaran kecil untuk makan bersama. Para siswa menikmati makanan dengan tertib
dan penuh semangat. Momen ini menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan
dengan teman-teman sekaligus belajar menghargai makanan yang telah tersedia.
Melalui kegiatan Hari Pangan ini, seluruh siswa
diharapkan dapat lebih bersyukur atas makanan yang dimiliki, tidak menyia-nyiakan makanan, serta
semakin peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan. Kegiatan ini juga
mengajarkan bahwa berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak hal. Dengan
kepedulian dan tindakan sederhana, kita dapat membantu sesama dan menciptakan
lingkungan yang lebih baik. Hari Pangan bukan hanya tentang makanan, tetapi
juga tentang rasa syukur, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.
Ditulis oleh: Ellsynia Carolyne H Simbolon
Kolom Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Tanggapan