Cetak halaman ini
(0 pemilihan)

SMP Xaverius 2 Bandar Lampung Berpatisipasi di Opera Komedi Samadi (OKS). Pilihan

SMP Xaverius 2 Bandar Lampung diberi kesempatan oleh Panitia Renovasi Gereja Katedral Kristus Raja Tanjung Karang untuk menjadi salah satu penampil dalam Opera Komedi Samadi, edisi Kamis, 30 April 2026. Pada kesempatan ini, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung diwakili oleh Audrey Nicole Chandra kelas 9D dengan bercerita tentang sekelumit adat budaya Lampung, dalam hal ini tentang siger dan seruit.

Dalam cerita kali ini dikisahkan kerinduan akan seruit yang menjadi salah satu makanan khas Lampung dengan aroma khas dan makan bersama yang menghangatkan jiwa, diawali dengan sekelumit tentang siger yang melambangkan kehormatan, martabat, dan identitas budaya Lampung. Berikut cuplikan ceritanya:

“Siger di hulu ayin sekadagh hiasan. Ia iyulah mahkota sai ngejunjung tinggi adat jama budaya. Setiap geghakan berceghita hal kelembutan hati Jelema Lampung.”
“Kidang, di balik keanggunanni hina, wat sai hal sai perihal sai selalu ughau jiwa guwai mulih. Hal sai tercium harum jama teghasa nihan ghidik.”

“Ghua tahun … ternyata meghum hina tetop mawat beghubah. Tajom, mecucuk, tapi entah ulah api selalu teghasa gegoh pelukan.”

“Seruit hina ayin cuma soal iwa sai disuwah sampai gaghing. Ayin cuma soal sambal terasi sai lalakni guwai cuping berdenging. Liyak hina…”

“Iwa baung sai gemuk, dicampogh mangga kweni sai asam segar, liwat….. ageh paling sakral iyalah tempoyak. Fermentasi durian hina lamun ghadu tehalu sambal, hmmm... sedap aromani, apalagi rasani gegoh konspirasi semesta sai paling bangik!”

“Kanca-kanca seunyini, zaman tumbai, meja sikam selalu kacap, Apak sikam, Emak sikam jama sanak-sanakni. Di dija makwat sai gelaghni mengan sikop, seunyinni pakai pungu. Sebab seruit iyulah jejama.”

“Ghani sinji, nyak resmi muleh. Ayin ulah kukutku ghadu ilik tanoh Lampung hina…”

“... tapi ulah jiwaku..... ghadu balik tehalu akarni.”

Audrey mengakhiri penampilannya dengan pantun yang disambut meriah oleh semua penonton.

“Pergi berlayar ke seberang pulau, singah sebentar membeli cendana, sejauh apa pun kaki melangkah, kampung dan keluarga tempat ternyaman di jiwa.”

Terima kasih untuk semua pihak yang mendukung. Terus semangat untuk memperkenalkan dan mengembangkan budaya Lampung. “Ki mak kham, sapa lagi? Ki mak ganta, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?”

Salam Unggul, Transformatif, Berkarakter, Kolaboratif dalam Kemandirian,
SMP Xavepa Gemilang.

Penulis: Sisilia Surasi Andriani

Baca 50 kali Terakhir diubah pada Minggu, 03 Mei 2026 00:41
SMP Xaverius 2 Bandar Lampung

Manusia Yang Unggul dalam Humanitas, Kecerdasan, Kajujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan

xav2