Cetak halaman ini
(0 pemilihan)

SMP Xaverius 2 Bandar Lampung Hadiri Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Hari Kedua Pilihan

Pada Jumat, 14 November 2025, semangat literasi para peserta kembali berkumpul di Gedung Pelayanan Perpustakaan Kota Bandar Lampung. Memasuki hari kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal, suasana semakin hidup. Acara berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dengan rangkaian materi yang semakin mendalam dan menggugah.

Pada kesempatan ini, peserta mendapat pembekalan dari Dr. Purwanto Putra, S.Hum., M.Hum., seorang literasi coach, anggota Tim Literasi Provinsi Lampung, serta Koordinator Program Studi D3 Perpustakaan FISIP Universitas Lampung. Beliau dikenal sebagai akademisi sekaligus penulis yang aktif memperjuangkan literasi budaya melalui berbagai karya dan penelitian.

Dalam pemaparannya, Dr. Purwanto mengajak peserta mengenal lebih dekat dunia penulisan esai dan feature. Beliau menegaskan bahwa esai bukan sekadar rangkaian kata dan gagasan, melainkan luapan perasaan, pemikiran, serta pengalaman batin yang hidup dalam diri penulis. "Esai lahir dari percikan batin," ujar beliau, "bukan dari sekadar laporan atau uraian fakta."

Beliau juga kembali menguraikan ciri-ciri esai, sehingga para peserta dapat membedakannya dari bentuk tulisan lainnya. Esai memiliki bentuk prosa, bersifat argumentatif, singkat, menyimpan kesan sesaat, tidak bertujuan memecahkan masalah, dan tidak mempermasalahkan proporsi antarbagian tulisan. Penekanan ini membuka pemahaman baru bagi para peserta bahwa esai memiliki keluwesan ekspresi yang sangat kaya.

Lebih jauh, Dr. Purwanto menjelaskan tiga jenis esal yang umum ditulis, yaitu esai informatif, esai. tinjauan, dan esai riset. Masing-masing memberikan ruang eksplorasi bagi penulis untuk menyuarakan gagasan dengan kedalaman refleksi sesuai kebutuhan tema.

Setelah membahas karakteristik esai, peserta diajak mempelajari langkah-langkah menyusun esai yang baik. Tahapan ini dijelaskan secara runtut agar mudah diterapkan:

  1. Mengeksplorasi isu yang menarik dan relevan.
  2. Menuliskan latar belakang permasalahan atau peristiwa yang memunculkan isu tersebut.
  3. Memilih simbol atau lambang yang dapat mempertegas makna atau pesan.
  4. Menentukan model penulisan, seperti deskripsi, analogi, simbolik, atau bentuk lainnya.
  5. Pada tahap akhir, penulis harus membaca ulang dan merevisi tulisannya untuk memastikan esal tersampaikan dengan kuat dan jelas.

Materi semakin kaya ketika Dr. Purwanto membagikan pengalaman pribadinya dalam dunia kepenulisan. Beliau telah menerbitkan dua buku, yakni Srinthil "Mbako Pulung". Kreasi Sukses Agribisnis Tembakau Masyarakat Jawa Temanggung (Perpusnas Press, 2024) serta Lubuk Larangan: Etnosains dan Lingkungan dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan, yang meraih Juara 1 Esai Konteks IPB University pada tahun 2020. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi para peserta bahwa karya budaya dapat berdampak luas jika ditulis dengan sungguh-sungguh.

Pada hari kedua ini, terlihat bahwa pemahaman peserta semakin matang dalam mengolah gagasan budaya lokal menjadi tulisan bernilai. Jika pada hari pertama mereka dilatih mengenali potensi budaya, maka hari kedua memperkuat kemampuan teknis menuliskan gagasan tersebut secara runtut dan bermakna.

SMP Xaverius 2 Bandar Lampung kembali menunjukkan antusiasme yang tinggi. Pendampingan guru serta semangat para peserta menjadikan kegiatan ini sebagai ruang penting dalam mengasah keterampilan menulis yang berakar pada budaya sendiri.

Sebagai penutup, disampaikan bahwa Bimtek akan kembali dilaksanakan pada tanggal 21 November 2025, yang menjadi hari terakhir pengumpulan karya peserta. Kesimpulan penutup ini disampaikan oleh istri dari Dr. Purwanto, yang menggarisbawahi pentingnya menulis esai secara kreatif. Beliau menekankan bahwa selain membaca, menentukan judul yang sesuai merupakan bagian penting dalam menarik perhatian pembaca. Tema yang sederhana, dekat dengan kehidupan nyata, justru sering menghasilkan esai yang kuat. Yang terpenting adalah kemampuan penulis mengulas kembali gagasannya sehingga setiap pembaca dapat melihat, membaca, dan merasakan pesan yang ingin disampaikan.

Dalam pesan penutupnya, beliau menegaskan bahwa menulis esai bukan sekadar keterampilan, melainkan cara membagikan pengalaman batin kepada orang lain. Dari tulisan yang sederhana pun, seorang penulis dapat menghadirkan makna besar yang mampu menyentuh pembaca.

Dengan berakhirnya sesi hari kedua, semakin tampak bahwa gerakan literasi budaya ini telah menumbuhkan generasi muda terhadap budaya lokal dan SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menjadi bagian penting dalam perjalanan literasi tersebut.

Penulis : Lutgardis Cristabel Fanisha 9D

Baca 122 kali Terakhir diubah pada Kamis, 04 Desember 2025 11:51
SMP Xaverius 2 Bandar Lampung

Manusia Yang Unggul dalam Humanitas, Kecerdasan, Kajujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan

xav2