Kategori: Berita

Hari Kedua LDK SMP Xaverius 2 Bandar Lampung: Dari Komunikasi Efektif hingga Manajemen Konflik demi Memimpin Melalui Aksi Nyata

Ukuran Teks:
Hari Kedua LDK SMP Xaverius 2 Bandar Lampung: Dari Komunikasi Efektif hingga Manajemen Konflik demi Memimpin Melalui Aksi Nyata


Pohon yang kuat tak hanya butuh akar yang menancap dalam, tetapi juga dahan yang sanggup bertahan menerjang angin. Semangat itulah yang mewarnai hari kedua Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) calon pengurus MPK dan OSIS SMP Xaverius 2 Bandar Lampung periode 2026/2027 pada Sabtu, 12 September 2026. Melanjutkan fondasi karakter yang telah dibangun, 45 peserta didik dari jenjang SMP ini kembali memasuki kawah candradimuka pelatihan bertema "Berakar dari Karakter, Memimpin Melalui Aksi Nyata" untuk mengasah kemampuan teknis dan eksekusi lapangan. Rangkaian kegiatan diawali sejak pukul 07.00 WIB dengan pengondisian peserta dan ice breaking untuk membakar semangat para calon pengurus sebelum menerima materi teknis dan praktis kepemimpinan.

Sesi materi pertama dibuka oleh Elia Yusa Da Floja, S.Sos. yang membawakan materi Komunikasi Efektif Kepemimpinan dan Public Speaking. Dalam pemaparannya, pemateri menekankan pentingnya penyampaian gagasan secara jelas, santun, dan percaya diri agar seorang pengurus MPK maupun OSIS mampu menjalin sinergi yang baik, baik dengan sesama pengurus, seluruh murid, maupun pihak sekolah.

Public speaking adalah keterampilan berbicara di depan umum, termasuk bagaimana kita menyampaikan pesan efektif kepada audiens,” jelas Yusa dalam penyampaiannya. Formula komunikasi mencakup lima hal: memperhatikan kepada siapa suatu informasi disampaikan, menguasai materi atau informasi yang akan disampaikan, memilih media atau saluran komunikasi yang tepat, menyusun cara penyampaian pesan agar jelas dan menarik, serta memperhatikan umpan balik (feedback) dari audiens. Dengan menerapkan kelima prinsip tersebut secara selaras, pengurus MPK dan OSIS tidak hanya mampu menyampaikan gagasan dengan percaya diri, tetapi juga memastikan pesan yang disampaikan dapat diterima, dipahami, dan menggerakkan pendengarnya untuk melakukan aksi nyata.

Tidak hanya itu, peserta juga dibekali dengan materi Teknik Penyusunan Proposal dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang disampaikan oleh Dra. Theodora Ratih. Materi ini bertujuan agar peserta menguasai keterampilan administratif yang tertib, akuntabel, dan sistematis dalam merancang serta mengevaluasi setiap program kerja organisasi, termasuk menyusun laporan pertanggungjawaban, tidak hanya sekadar praktik, melainkan ditunjang dengan praktik. “Proposal dan LPJ merupakan dua dokumen penting dalam setiap kegiatan organisasi, maka setiap pengurus organisasi, termasuk OSIS, setidaknya harus menguasai cara menyusun proposal dan LPJ sesuai dengan tujuan dan struktur yang tepat,” ujar Bu Ratih dalam pemaparannya.

Kegiatan dilanjutkan kembali dengan materi Manajemen Konflik dan Problem Solving yang dibawakan oleh Yohanes Dwi Ady K., M.Pd. Sesi ini memberikan gambaran konkret mengenai cara mengelola dinamika internal organisasi, menyelesaikan perbedaan pendapat secara bijaksana, dan menemukan solusi terbaik di tengah kendala yang dihadapi. Pak Dwi menegaskan bahwa perbedaan pendapat dalam sebuah tim merupakan hal yang wajar dan justru dapat menjadi peluang untuk mendewasakan organisasi. Melalui studi kasus dan diskusi interaktif, para calon pengurus diajak untuk mengasah kepekaan empati, berkepala dingin dalam menghadapi masalah, serta mengedepankan musyawarah mufakat. Pembekalan ini menjadi fondasi penting agar pengurus MPK dan OSIS tidak hanya kompak secara internal, tetapi juga responsif dan tangguh dalam menghadirkan solusi atas setiap tantangan di lingkungan sekolah.

Tidak hanya membekali peserta dengan teori, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Dinamika Kelompok dengan simulasi dan kerja sama tim, seluruh calon pengurus diuji kekompakan, kepedulian, serta daya adaptasi mereka dalam menyelesaikan tantangan bersama. Rangkaian pembekalan ini kemudian ditutup dengan perumusan Rencana Aksi OSIS sebagai pijakan awal implementasi program kerja mereka ke depan.

Kegiatan LDK periode 2026/2027 ini resmi ditutup pada pukul 15.30 WIB dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Penutupan ini menjadi penanda bahwa seluruh rangkaian pembekalan selama dua hari telah usai. Dengan tuntasnya pelatihan LDK ini, 44 calon pengurus MPK dan OSIS SMP Xaverius 2 Bandar Lampung tidak hanya dibekali karakter moral yang kuat berlandaskan pilar HK3P, tetapi juga kesiapan komunikasi, ketertiban manajerial, dan ketangguhan pemecahan masalah untuk hadir memimpin melalui aksi nyata di lingkungan sekolah.


Penulis: Christina Natalia Setyawati, S.Pd.

 

Bagikan Ke:

Kolom Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Tanggapan