Kategori: kegiatan

Dari Sampah Menjadi Karya: SMP Xaverius 2 Hidupkan Semangat “Nengah Nyappur” di Festival Krakatau XXXV 2026

Ukuran Teks:
Dari Sampah Menjadi Karya: SMP Xaverius 2 Hidupkan Semangat “Nengah Nyappur” di Festival Krakatau XXXV 2026


Bandar Lampung, Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 menjadi ruang perjumpaan masyarakat Lampung dalam merayakan seni, budaya, kreativitas, dan keberagaman. Mengusung tema “Nengah Nyappur”, festival ini mengajak masyarakat untuk membuka diri, menghargai perbedaan, membangun persaudaraan, dan bekerja sama.

Semangat tersebut turut diwujudkan oleh SMP Xaverius 2 Bandar Lampung dalam Lampung Tapis Karnaval yang berlangsung di Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026). Sebanyak 38 murid didampingi 17 bapak dan ibu guru tampil mengenakan busana tapis dan karya kreatif berbahan bekas atau sampah. Plastik, kulit daun jagung, tutup botol, hingga daun pisang kering diolah menjadi ornamen dan busana yang unik serta bernilai estetika. Kehadiran kontingen SMP Xaverius 2 tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan karnaval, tetapi juga membawa pesan tentang kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Ibu Sisilia Surasi Andriani, S.Si.,M.M, menyampaikan bahwa Festival Krakatau menjadi kesempatan bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengimplementasikan program sekolah dalam bidang seni, budaya, dan lingkungan. Kegiatan ini sejalan dengan program penguatan kurikulum sekolah, yaitu Asam Bassa (Aset Sampah Bagi Sekolah dan Saya) dan Sakai Sambayan (Saya Pakai Sampah, Bumiku Nyaman). Melalui kedua program tersebut, murid diajak melihat sampah bukan semata-mata sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi karya kreatif.  Proses pembuatan karya menjadi pengalaman pendidikan yang berharga. Murid belajar mengumpulkan dan memilih bahan, merancang, mengolah, hingga menghasilkan busana yang siap ditampilkan. Dalam proses tersebut, tumbuh pula nilai kerja sama, tanggung jawab, komunikasi, kreativitas, dan gotong royong, ungkapnya.

Semangat tersebut selaras dengan filosofi “Nengah Nyappur”, yang diwujudkan melalui perjumpaan dan kebersamaan berbagai unsur masyarakat dalam Festival Krakatau. Keberagaman budaya yang hadir menjadi kekuatan yang memperkaya perayaan budaya Lampung.

Sepanjang rute karnaval dari Tugu Adipura hingga kawasan Lapangan Saburai, para murid mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan bahwa karya berbahan bekas dapat menjadi media edukasi sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Festival Krakatau XXXV 2026 bukan hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga ruang belajar nyata bagi murid. Dari sampah lahir karya, dari budaya lahir pembelajaran, dan dari kebersamaan tumbuh semangat untuk menghargai keberagaman.

Melalui keikutsertaan ini, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menunjukkan bahwa pendidikan dapat menghidupkan kreativitas, kecintaan terhadap budaya, kepedulian lingkungan, dan semangat kebersamaan. Nengah Nyappur bukan sekadar tema, tetapi semangat untuk hadir, berbaur, berkarya, dan berjalan bersama.

Penulis : Fernando Aldi Marcos

Bagikan Ke:

Kolom Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Tanggapan