Bandar Lampung – SMP Xaverius 2 Bandar Lampung melaksanakan kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (PERJUSA) dalam rangka Penerimaan Tamu Penggalang sekaligus memperingati Hari Pramuka ke-65. Kegiatan yang mengusung tema “Bangkitkan Tunas Muda yang Berani, Kreatif, dan Tangguh dalam Persaudaraan” ini menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik melalui pendidikan kepramukaan yang menyenangkan, edukatif, dan penuh makna.
Kegiatan
diawali dengan Apel Pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat.
Dalam amanatnya, Ketua Gugus Depan Putri, Kakak Anggun, menyampaikan salam
hormat kepada Kamabigus SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Kakak Sisilia Surasi
Andriani, S.Si., M.M., para pembina Pramuka, serta seluruh tamu penggalang yang
hadir. Ia mengajak seluruh peserta untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena dapat berkumpul dalam kegiatan PERJUSA yang istimewa, karena selain
menjadi kegiatan penerimaan tamu penggalang juga bertepatan dengan peringatan
Hari Pramuka ke-65.
Kakak
Anggun menegaskan bahwa tema PERJUSA tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan
semangat yang harus diwujudkan dalam setiap aktivitas selama perkemahan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan menjadi Pramuka yang berani menghadapi
tantangan, kreatif dalam berkarya, dan tangguh dalam menghadapi kesulitan. Ia
juga mengingatkan bahwa keberanian dan ketangguhan akan semakin bermakna
apabila dilandasi oleh persaudaraan, disiplin, tanggung jawab, dan sikap saling
menghargai. Menurutnya, PERJUSA merupakan kesempatan bagi peserta untuk belajar,
bertumbuh, membangun kekompakan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi
penerus yang membanggakan.
Selama
kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan
yang dirancang untuk melatih keterampilan, kerja sama, kepemimpinan, dan
kemandirian. Beragam permainan edukatif, kegiatan kelompok, penjelajahan,
latihan keterampilan Pramuka, serta berbagai tantangan yang menuntut
kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah menjadi sarana pembelajaran yang
menarik bagi para peserta. Suasana kebersamaan yang terjalin selama kegiatan
semakin memperkuat rasa persaudaraan dan kekompakan antaranggota Pramuka.
Puncak
kegiatan hari pertama diawali dengan Upacara Api Unggun yang berlangsung
khidmat dan penuh makna. Seluruh peserta berkumpul membentuk lingkaran di
sekitar api unggun yang menyala terang. Dengan lilin yang menyala di tangan
masing-masing, para peserta mengikuti prosesi dengan penuh penghayatan. Cahaya
lilin dan kobaran api unggun menjadi simbol semangat, harapan, dan persaudaraan
yang menyatukan seluruh peserta dalam satu keluarga besar Pramuka SMP Xaverius
2 Bandar Lampung.
Dalam
suasana yang penuh kehangatan tersebut, Kamabigus Kakak Sisilia Surasi Andriani
memimpin pembacaan Ikrar Persaudaraan yang diikuti oleh seluruh peserta.
Pembacaan ikrar ini menjadi salah satu momen penting dalam PERJUSA karena
bertujuan meneguhkan komitmen bersama untuk menghayati nilai-nilai
persaudaraan, persatuan, dan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui
Ikrar Persaudaraan, peserta diajak untuk menumbuhkan semangat persaudaraan
tanpa membedakan suku, agama, budaya, maupun latar belakang. Ikrar tersebut
juga bertujuan memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan sehingga peserta mampu
bekerja sama, saling menghormati, serta menjaga kekompakan. Selain itu, peserta
diajak untuk menanamkan sikap peduli, suka menolong, jujur, disiplin, dan
bertanggung jawab sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Ikrar
tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap peserta memiliki tanggung jawab
untuk menjadi teladan yang membawa nilai-nilai kebaikan bagi keluarga, sekolah,
masyarakat, dan bangsa.
Pada
kesempatan yang sama, Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung selaku Kamabigus,
Kakak Sisilia Surasi Andriani, S.Si., M.M., menyampaikan amanatnya bahwa kegiatan
PERJUSA merupakan momentum penting dalam proses penerimaan tamu penggalang di
SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Beliau berharap seluruh peserta mampu menghayati
nilai-nilai kepramukaan dan menjadi penggalang yang sesuai dengan tema
kegiatan, yaitu berani dalam mengambil keputusan yang benar, kreatif dalam
mengembangkan potensi diri, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan
kehidupan. Karakter-karakter tersebut, menurut beliau, sangat penting untuk
membentuk generasi muda yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan
kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Kakak
Sisilia menegaskan bahwa Ikrar Persaudaraan bukan sekadar rangkaian seremonial,
melainkan janji dan tekad bersama untuk mewujudkan kehidupan yang rukun, saling
menghargai, dan berkarakter. Melalui ikrar tersebut, peserta diajak untuk
menginternalisasi tema PERJUSA sehingga mampu menjadi tunas muda yang berani,
kreatif, tangguh, dan hidup dalam semangat persaudaraan.
Setelah
upacara api unggun selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Pentas Seni yang telah
dipersiapkan oleh setiap regu. Berbagai penampilan ditampilkan dengan penuh
semangat dan antusiasme, setiap regu menunjukkan kemampuan terbaik mereka,
sementara peserta lainnya memberikan dukungan melalui tepuk tangan dan sorak
semangat. Pentas seni menjadi wadah bagi peserta untuk mengekspresikan bakat,
kreativitas, serta membangun rasa percaya diri dalam suasana yang penuh
kegembiraan.
Usai
pentas seni, kegiatan dilanjutkan dengan Renungan Malam yang dipandu oleh Kakak
Christie. Dalam suasana yang tenang dan penuh refleksi, peserta diajak untuk
sejenak berhenti dari berbagai aktivitas dan melihat kembali perjalanan yang
telah mereka lalui sepanjang hari. Dengan suasana yang hening dan penuh
penghayatan, peserta diajak mensyukuri setiap pengalaman yang telah mereka
peroleh selama kegiatan berlangsung.
Dalam
renungannya, Kakak Christie mengajak peserta untuk mengingat kembali perjalanan
hari itu, mulai dari apel pembukaan, persiapan kegiatan, pentas seni, hingga
kebersamaan di sekitar api unggun. Beliau mengingatkan bahwa setiap orang
memiliki peran penting dalam keberhasilan sebuah kegiatan. Tidak
semua orang berada di depan, tetapi setiap orang memiliki kontribusi yang
berharga. Dari pengalaman tersebut, peserta diajak menyadari pentingnya kerja
sama, saling membantu, dan menghargai peran satu sama lain.
Peserta
juga diajak untuk merefleksikan hubungan mereka dengan teman-teman. Mereka
diajak bertanya kepada diri sendiri apakah selama ini telah menjadi teman yang
baik, mau membantu saat ada yang kesulitan, menghargai perbedaan, serta mampu
meminta maaf dan memaafkan. Renungan ini menjadi momentum untuk memperkuat
nilai persaudaraan yang telah dibangun selama kegiatan PERJUSA.
Selain
itu, Kakak Christie mengajak peserta mengingat kasih sayang dan pengorbanan
orang tua yang selalu mendukung mereka. Para peserta diajak membayangkan
perhatian orang tua yang senantiasa mendoakan, menjaga, dan memberikan yang
terbaik bagi anak-anak mereka. Melalui refleksi tersebut, peserta diajak untuk
lebih menghargai dan mengucapkan terima kasih kepada ayah dan ibu atas segala
cinta, pengorbanan, dan dukungan yang telah diberikan.
Tidak
kalah penting, peserta juga diajak menyadari penyertaan Tuhan dalam setiap
langkah kehidupan mereka. Kakak Christie mengingatkan bahwa Tuhan hadir melalui
hal-hal sederhana, seperti keluarga yang mengasihi, teman yang mendukung, guru
yang membimbing, kesehatan yang dimiliki, serta kesempatan untuk belajar dan
berkembang. Oleh karena itu, setiap peserta diajak untuk senantiasa bersyukur
atas segala pengalaman yang telah mereka alami.
Menjelang
akhir renungan, peserta diajak memaknai api unggun yang masih menyala sebagai
simbol semangat yang tidak boleh padam setelah kegiatan PERJUSA berakhir.
Sebagaimana api yang terus menyala karena saling menguatkan satu sama lain,
demikian pula para peserta diharapkan mampu menjaga semangat persaudaraan,
kepedulian, dan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya,
setelah mengikuti PERJUSA, setiap peserta pulang sebagai pribadi yang lebih
baik, lebih menghargai teman, orang tua, guru, dan semakin dekat dengan Tuhan.
Memasuki
hari kedua, Sabtu, 15 Agustus 2026, seluruh peserta PERJUSA memulai aktivitas
dengan melaksanakan senam pagi dan titik proaktif bersama. Kegiatan ini
bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani, membangun semangat kebersamaan,
serta menanamkan kedisiplinan dalam menjalani setiap aktivitas. Dengan
penuh antusias, peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pagi yang dipandu
oleh para pembina dan panitia.
Setelah kegiatan
senam dan titik proaktif, peserta melaksanakan kegiatan masak bersama di setiap
regu. Kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman yang menarik sekaligus sarat
pembelajaran. Melalui kegiatan memasak bersama, peserta dilatih untuk mandiri,
bekerja sama, bertanggung jawab, serta mampu mengelola tugas yang diberikan
secara efektif. Setiap regu saling berbagi tugas, mulai dari menyiapkan bahan,
mengolah makanan, hingga menyajikan hasil masakan mereka. Kegiatan ini
mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu,
tetapi juga oleh kekompakan, komunikasi, dan semangat gotong royong dalam
kelompok.
Setelah
seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, PERJUSA ditutup melalui Apel
Penutupan yang berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan. Dalam
amanat penutupnya, Ketua Gugus Depan Putra SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Kakak
Fernando Aldi Marcos, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada
seluruh pembina, panitia, pendamping, serta semua pihak yang telah mendukung
dan menyukseskan kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan
PERJUSA merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang telah bekerja dengan
penuh dedikasi dan semangat.
Beliau juga
mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan
dengan tertib, disiplin, dan penuh antusiasme. Menurutnya, selama mengikuti
PERJUSA para peserta telah memperoleh banyak pengalaman berharga, mulai dari
belajar disiplin, bekerja sama dalam kelompok, bertanggung jawab terhadap tugas
yang diberikan, hidup mandiri, hingga membangun persaudaraan yang erat dengan
sesama peserta. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan
berlangsung, melainkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kakak
Fernando menegaskan bahwa seluruh pembelajaran yang diperoleh selama PERJUSA
harus menjadi karakter yang nyata dan berdampak positif di lingkungan
masyarakat, keluarga, maupun sekolah. Para peserta diharapkan mampu menjadi
teladan melalui sikap, perkataan, dan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai
kepramukaan dan nilai nilai sekolah, Dengan demikian, mereka dapat tumbuh
menjadi pribadi yang berani, kreatif, tangguh, berkarakter, serta mampu
memberikan pengaruh positif bagi orang-orang di sekitarnya dan membawa nama
baik sekolah SMP Xaverius 2 Bandar Lampung di lingkungan masyarakat.
Menutup
amanatnya, Kakak Fernando menitipkan salam hormat dan ucapan terima kasih
kepada seluruh orang tua peserta yang telah memberikan izin, dukungan, doa, dan
kepercayaan kepada putra-putri mereka untuk mengikuti kegiatan PERJUSA. Beliau
berharap pengalaman yang diperoleh selama perkemahan dapat menjadi bekal
berharga dalam membentuk karakter peserta didik serta menjadi kenangan indah
yang akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan mereka dalam Gerakan
Pramuka.
Melalui
kegiatan PERJUSA ini, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung kembali menunjukkan
komitmennya dalam membentuk peserta didik yang unggul, transformatif, dan
berkarakter. Semangat keberanian, kreativitas, ketangguhan, persaudaraan,
kepedulian, kemandirian, dan rasa syukur yang tumbuh selama perkemahan
diharapkan terus menyala dalam kehidupan para peserta. Dengan semangat Pramuka,
tunas-tunas muda SMP Xaverius 2 Bandar Lampung siap melangkah menjadi generasi
penerus bangsa yang membawa terang dan dampak positif bagi keluarga, sekolah,
masyarakat, dan bangsa.
Salam
Pramuka!
Penulis :
Fernando Aldi Marcos
Kolom Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Tanggapan